Selasa, 19 Juli 2011

Waffles


Aduuuh...capek banget deh, mau posting tapi mataku rasanya udah mau nempel ke bantal aja. Semalam rapat, siang tadi rapat lagi, sore bantu-bantu pengajian. Tapi mesti di paksain posting, kalo gak, ya gak bakalan... ok, lets see...

Aku udah lama hunting merk waffle maker yang bagus. Ternyata di Indonesia, lumayan sulit juga nyarinya. Kalo mau yang bagus banget, ya beli cetakan waffle yang stanndar komersial (seperti buat di resto atau cafe). Sedangkan untuk penggunaan rumah tangga, rata-rata merk dan kualitasnya biasa banget. Karena aku ogah rugi *hehe*, aku nyari waffle maker yang fungsinya gak sekedar buat waffle aja, yang plate-nya bisa di gonta-ganti. Aku udah mau beli yang 3 in 1 (waffle, sandwichmaker, grill) tapi dimana-mana abis, akhirnya yaaah....aku beli yang 2 in 1 aja (cuma buat waffle dan sandwich), padahal kalo boleh milih, aku maunya waffle dan grill, soalnya aku suka sandwich yang di grill dulu. Tapi daripada gak ada, ya udah deh. Lagian udah gak sabar juga pengen nge-waffle.

Waktu ke Jakarta kemaren itu seru banget, aku belanja ke petak sembilan di glodok, ngeliat peralatan dapur yang keren-keren, trus lanjut ke mangga dua, beli waffle maker ini. Gak sampe di situ, pas mampir ke mal ambassador beli dvd titipan kak Ika, aku sempatin mampir ke toko yang jual peralatan rumah tangganya (di lantai 4 kalo gak salah, aku lupa namanya), malah beli ice cream cone maker (buat opoooooo coba! iseng banget deh!) Besoknya nyambung lagi sama Mom Elly yang sukarela nemenin aku ke toko loyang setia dipasar ikan. Lumayan, dapat loyang martabak, dan beberapa loyang kuningan yang funky...hihihihi... yang penting, gak penasaran lagi sama toko itu.

Kalo di suruh pilih antara waffle atau pancake, aku udah pasti pilih waffle. Soalnya kalo waffle, rasanya gak sepadat pancake yang cenderung berat. Gak ngebosenin. Walaupun kadang ada juga yang bikin waffle menggunakan adonan yang sama dengan pancake. Hasilnya, tetap waffle terasa lebih cruchy dan ringan dibandingkan pancake. Seperti keluarga angkatku di Minnesota dulu, cukup beli tepung siap pakai, bisa digunakan buat bikin pancake maupun waffle. Tinggal di tuang ke wajan datar, jadi pancake, di tuang ke waffle maker, ya jadi nya waffle (gak mungkin juga jadi klepon kan??? hihihihihi).

Tapi kali ini, aku bener-bener gak sabar pengen posting waffle yang aku bikin tadi pagi. Hasilnya bener-bener renyaaaahhhh....tapi tetap lembut dibagian dalamnya. Gak kalah deh sama waffle yang dimakan di resto. Bahkan menurutku, malah lebih enak. Cara pembuatannya memang agak berbeda dengan pembuatan adonan waffle biasa, tapi, percaya deh, sooooo worth it! Sekalipun dibikin dengan waffle makerku yang murah meriah, teteeeeeepppp.... apalagi kalo di makan dengan maple syrup...Oooh, yammmeeeee!!! Kak Ika yang jadi orang pertama "dipaksa" nyicip karena dia hampir ketiduran di sofa, langsung doyan. Si Mas yang lagi mindah-mindahin furnitur di ruang tamu, dipanggil buat makan waffle dulu. Syedeeeeeppp....gitu katanya! horeeeee!

Resepnya, aku dapat dari blog ini, katanya ini termasuk resep lama, karena udah pernah di publish juga di buku resepnya Better Homes and Gardens. Tapi justru karena udah lama itulah yang bikin aku tertarik (aku sukaaaa banget resep yang udah ada bertahun-tahun atau resep warisan keluarga, sooo vintage!). Udah beberapa blog yang aku baca yang nge-rekomen resep waffle yang satu ini. Legaaaaa banget ternyata memang beneran enak dan kayaknya udah paten jadi resep waffle andalanku niiih...

Bikinnya keliatannya rumit, sebenarnya gak koq, mudah banget malah. Cukup sediakan dua buah wadah. Wadah pertama, masukan bahan-bahan, selain putih telur. Whisk hingga halus (gak lama koq). Lalu di wadah yang satu lagi, tinggal mikser aja putih telurnya hingga kaku. Campurkan putih telur kewadah yang pertama tadi. Aduk sebentar, jangan terlalu rata, biarin aja kalo masih terlihat putih telurnya. Naaaahhh....jadi deh. Kalo waffle makernya bagus, biasanya ada lampu indikator yang mati kalau udah matang. Kalo punyaku, kayaknya gak ada deh (well, belom di explorasi semua, baru sekali pake...hehehehe). Menurut petunjuknya tunggu selama 5 hingga 7 menit. Aku sendiri pake 7 menit di waffle maker karena aku suka hasil yang renyah.


Ini resepnya ya, siap-siap ketagihan nge-waffle kalo udah nyobain *lebay*...hihihihi....


WAFFLES
Better Homes and Gardens Cook Book


Ingredients

1 3/4 C. All Purpose flour

1 tbsp Baking Powder

1/4 tsp Salt

2 eggs yolks

1 3/4 cup milk

1/2 cup cooking oil

2 egg whites


In a medium mixing bowl stir together flour, baking powder, and salt. Make a well in the center. In another bowl beat egg yolks slightly. Stir in milk and oil. Add egg yolk mixture all at once to the dry mixture. Stir just till moistened (should be lumpy).

Now the important part. In a small bowl beat egg whites until stiff peaks form (tips stand straight up). Gently fold egg whites into flour and egg yolk mixture, leaving a few fluffs of egg white, DO NOT OVERMIX. And proceed to make your waffles, about a cup of mixture to make a waffle. Good luck



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]