Kamis, 17 November 2016

NUTELLA BANANA OAT MUFFIN


Kali ini beneran gak ada alasan mengapa lama banget gak ngeblog. Memang keinginan ngeblog udah lama muncul, tapi ada aja yang bikin gak jadi-jadi. Terakhir laptopnya yang memble gak mau hidup dan ntah mengapa koneksi internet di komputerpun ikutan lesu. Akhirnya ada beberapa posting yang gak jadi masuk ke blog. Alhamdulillah, Suami tersayang berinisiatif memperbaiki laptop dan akhirnya hari ini aku bisa ngeblog lagi. Aseeeekkk..... sebelum masuk ke resep aku cerita dikit ya...dah lama gak cerita soalnya....hehehehe...

Ava sekarang sudah besar, sudah hampir 3,5 tahun usianya. Udah masuk taman bermain dan Alhamdulillah sudah hapal beberapa surat pendek. Bersama Suami, mengantar Ava tiap pagi menjadi hiburan tersendiri bagi kami dan cerita-cerita segar yang keluar dari mulutnya tidak pernah membuat kami berhenti tersenyum. Daaaaannnnnn....sebentarlagi Insya Allah Ava akan punya adik. Saat ini kira-kira baru 8 minggu usianya. Doain ya semoga keluarga kami diberi kesehatan, kelacaran dan kemudahan...amiiinnn.... 

Naaahhh...
Siang tadi pulang sekolah Ava nanya "Mama bikin kue dak?"....well, memang sekarang penggemar terbesar kue-kue buatanku ya Ava. Apapun yang aku bikin lahap dimakannya. Senang deh melihat jari gembulnya pegang kue kesana sini dan pamer ke orang-orang di rumah kalo ini kue buatan Mamanya...hehehehe... apalagi kalo ada acara disekolah, Ava kalo diajak beli kue untuk bawa ke sekolah, Ava dengan santai bilang "Dak usahlah, Mama bikin beee..." (Gak usahlah, Mama bikin saja)....senangnya hatikuuu.... walaupun memang aku lebih banyak membuat yang gampang-gampang aja, berubah dari rencana semula...hehehehe... Seperti hari ini, cita-cita awal mau bikin cheese cake pake fruit compote, kebetulan juga ada stok mangga di rumah. Tapi ngebayanginnya aja aku udah malas, apalagi harus keluar dulu beli creamcheese...duuuh...maleeeezzzz,...

So, jadilah hari ini aku bikin muffin aja. Kebetulan memang bahan-bahannya ada dan harus dihabiskan. Apalagi oatmeal, walaaah...itu ceritanya beli waktu mau mulai sarapan sehat gitu...eehh...ternyata sarapan oat kalah telak sama nasi gemuk dan lontong sayur...hihihihihi....hiks! *gue banget gitu lho*. Nutella selalu ada dirumah karena memang Ava suka (Mamanya juga...ehem) disaat ada serangan Ovamaltine, kami tetap suka dan setia dengan Nutella...*apa cobaaa*...hahahah...Resepnya aku dapat disini dan cara pembuatannya gampang banget. Terutama buat pemula, atau bagi yang gak mau pake atau gak punya mikser. Karena pembuatannya cukup pake whisk aja. Paaas deh buat aku yang sudah terlalu malas baking dan baru mulai mau rajin lagi...ehem....maunyaaa.....hahahahaha.....



Dalam pembuatan muffin, biasanya memang gak terlalu rumit. Tapi walaupun gak rumit, ada beberapa trik yang harus diperhatikan. Seperti dalam resep ini, aku sengaja gak mau nge-mikser karena terkadang suka ke bablasan (diluar alasan males beres-beres setelahnya...hihihihi). Naaah...biasanya kalo adonannya overmix atau dikocok kelamaan, muffinnya jadi keras dan gak moist lagi. Begitu juga mencampur bahan kering sebelum dimasukkan kedalam bahan basah. Bahan-bahan kering sebaiknya di whisk sebelumnya agar bahannya beneran tercampur rata. Ini alasannya sederhana aja, supaya bahan pengembang seperti baking powder dan baking soda terdistribusi dengan baik ke seluruh adonan nantinya.

Kalau untuk pisang, diresep memang digunakan pisang ambon yang besar. Tapi aku punya pisang berangan yang supermatang yang harus segera dihabiskan. Jadi aku pake pisang berangan yang jumlahnya aku kira-kira saja seperti 2 buah pisang ambon. Hasilnya tetap rasa dan wangi pisangnya terasa. Waktu melumati pisang, aku sengaja gak terlalu halus, hasilnya setelah matang jadi kelihatan beberapa potongan mungil pisang yang enak banget saat dimakan. Untuk gula, resep ini memang menggunakan brown sugar, aku juga pake brown sugar (sisa bikin cookies buat Ava seminggu yang lalu). Tapi kalau gak ada, aku yakin pake gula palem hasilnya juga tetap enak. O ya, keep in mind kalo ini resep luar negeri yang kadang kemanisan buat beberapa orang, jadi jumlah gula boleh dikurangi.

Aku tadi bikinnya juga pake 2 butir telur kampung ukuran besar. Di resep memang diminta 1butir telur. Tapi perkiraanku karena di negeri asal resep mungkin ukuran telurnya besar, jadi aku berinisiatif menambah 1 butir lagi supaya muffinnya tetap lembut. Hasilnya, muffinnya yang lembut dan yummmyyyyyy bangeeeet......

Udah deh chit chatnya, ini resepnya, aku terjemahkan ala kadarnya sesuai dengan cara aku membuatnya yaaa..... dan, bagi yang masih suka nanya soal measuring cup atau ukuran cup, maaf aku gak akan menulis resep dengan mengganti ukuran yang ada diresep dengan bentuk lain (kebayangkan gimana ribetnya aku?) apalagi menjawab pertanyaan sekian cup itu berapa gram sih??? gak ya. Silahkan klik disini atau disini untuk mengenal alat ukur dalam bentuk cup. Makasih buat pengertiannya....

NUTELLA BANANA OAT MUFFIN
chef-in-trainning.com

Bahan :

Bahan kering :

2 cup tepung terigu serbaguna
1 cup oatmeal (aku pake instant oatmeal)
1/2 cup brown sugar
1/4 cup gula pasir 
2 sdt baking powder
1 sdt baking soda
1/2 sdt garam

Bahan basah :

1 butir telur (aku pake 2 butir ukuran sedang)
1/2 cup susu cair putih
1/4 cup minyak goreng
1 sdt vanilla extract (aku pake vanilla paste)
2 bh pisang ambon, lumatkan (aku pake 5 bh pisang berangan kecil)
Nutella

Caranya :

  • Campur semua bahan kering dalam satu wadah, aduk rata. Sisihkan.
  • Dalam wadah lebih besar, kocok telur dengan whisk, tidak perlu sampai mengembang, cukup hingga berbuih. Tambahkan minyak,susu, vanilla dan pisang. Whisk lagi hingga rata.
  • Siapkan wadah muffin tang telah diberi kertas. Masukkan adonan hingga 3/4 penuh. Beri nutella diatasnya (lebih kurang 1 sdt) lalu tusuk dan putar dengan lidi (seperti membuat marmer).
  • Panggang di oven dengan suhu 375 selama lk. 30 menit.








Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]