Senin, 23 Mei 2011

Fruity Cheddar Cheese Cake

Masih ingat gak sama cupcake Law & Justice dulu??? Itu lho, pertama kali aku bikin kue orderan?? hihihihi...well...well.. itu pesanan mba' Yuris di Timika, my kastamer pertama dan satu-satunya *hihi* untuk Papanya yang tugas di Jambi. Nah, beberapa Minggu lalu, mba' Yuris inbox-in aku di fb, nanya bisa gak aku bikinin cake lagi buat Mama-nya. Walaupun sempat ragu (maklum, aku masih bolak balik aja Jakarta-Jambi *hiks*), tapi aku oke-in aja. Toh, kalau seandainya nanti aku di Jakarta, kan ada kak Ika yang bisa handle. Lagian tahun lalu, waktu ngantar cupcake itu bareng kak Ika, jadi dia ingat mesti nganter ke mana. Kebetulan rumah Ortu-nya mba' Yuris ini masih satu wilayah sama rumahku. Setelah mikir antara red velvet dan cheddar cheese cake, mba' Yuris milih cheddar cheesecake.

Mba' Yuris ngirim contoh dekor kue yang diinginkan, dengan pagar coklat, topping buah segar dan papan cokelat dengan ganache putih. Hum...walaupun belum pernah bikin, aku pede abis *ehem*. Soalnya, aku tau banget siapa yang ahli urusan coklat dan buah ini. Yep, my dear friend Widya Hidayat yang blognya di penuhi dengan fruit cake berpagar coklat yang cantik-cantik. Tapi dari foto yang di kirim, pagarnya dari coklat. Aku minta izin untuk mengganti pagar dan papan coklatnya dengan warna kesukaan Mama-nya yaitu biru. Maklum, aku suka cake yang "personalized" yang beda untuk setiap orangnya. Alhamdulillah, mba' Yurisnya oke-oke aja dan menyerahkan perkara desain sepenuhnya ke aku. Cihuuuuyyy...!!!

Tapi yang namanya manajemen waktu pembuatan, aku bener-bener parah. Minggu lalu aku bener-bener sibuk sama oraganisasi yang baru aku ikuti. Serba susah mau start bikin hiasannya. Mba' Yuris minta cakenya berbentuk hati, hum...akhirnya loyang hati gue kepake juga...hehehehe... untuk pagarnya, semula aku mau pake coklat yang sudah berwarna biru, tapi gak jadi. Masih trauma waktu sama kak Ika beli coklat biru yang wangi-nya kayak pewangi ruangan. Untung kak Ika punya pewarna khusus coklat. Hasilnya jauh lebih bagus, karena aku pengennya biru yang "mute", gak gonjreng. Bikin pagarnya ini bener-bener nyicil, semula rencananya mau mulai bikin hari Kamis, batal karena masih ada acara. Jum'at cuma sempat beli bahan doang. Jadinya Sabtu pagi aku ngebut bikin pagar, siang beli buah-buahannya, sore rapat dan malam baru ngebut bikin cake-nya.

Syukurlah sore Sabtu si Tona datang dan gak lama kak Ika juga datang kerumah. Langsung di todong buat bantuin. Si Tona kebagian ngurusin buah, sementara kak Ika sampe heran ngeliat aku blom bikin cheesecakenya juga, padahal udah jam 8 malam...hahahaha... buru-buru aku bikin cheesecakenya trus aku lanjut bikin papan coklatnya. Bikin papannya diatas loyang yang dibalik dan dialasi plastik mika. Ini berdasarkan petunjuk hasil BBM-an sama Widya...(Kayaknya cake ini keliling Indonesia, yang pesan di Timika, yang bikin di Jambi dan yang di tanyain di Jakarta...hahahaha..) Syukurlah pembuatan papannya lancar aja. Semula aku gak pede soal ganache putih tapi karena komporan Widya di BBM turbo *hihi*, jadi pede deh nyampur coklat putih dan ganachenya. Apalagi yang nyampur, ngoles dan nge-spuit kak Ika...hahahaha... tepat jam 11.30 malam, semua beres. Walaupun capek dan ngantuk, senang deh kita bikinnya sambil ngobrol dan di temani si Mas juga.

Minggu kemarin, jam 5 pagi, topping buahnya aku olesi dengan apricot glaze, pasang papan ucapannya dan masukkan ke kotak kue-nya. Lalu aku ikat dengan pita. Tepat jam 6 pagi, di temani si Mas, ngantar cakenya. Diterima sama Papa-nya mba' Yuris yang senyam-senyum waktu aku bilang cheesecake ini buat Mama-nya mba' Yuris. Aku baru tau dari Papa-nya kalo di rumah mba' Yuris di panggil Riris..hehehehe....

Lega deh, akhirnya selesai juga. Senang juga bisa bikin suprise pagi-pagi. Jadi kangen banget sama Ibu-ku yang lahir di bulan yang sama dengan Mama-nya mba' Yuris (Ibuku tgl 15 Mei). Sayang waktu Ibuku ada, aku belom bisa bikin apapun. Alfatihah ya buat Ibuku...

Resepnya??? well, udah pernah di posting di sini ya!






Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]