Sabtu, 09 April 2011

BOLU KUMOJO, ( salero-bundo )

Bolu kumojo merupakan kue tradisional khas Melayu dari daerah Riau. Kadang ditulis juga dengan nama bolu kemojo atau bolu komojo.  Nama "kumojo" sendiri ada sejarahnya, yang sudah ada sejak zaman dahulu. Bolu kumojo memiliki 8 lekukan yang mirip dengan bunga kamboja, dikarenakan dialek yang berbeda di lidah Melayu, lama kelamaan nama tersebut berubah, ada yang menyebutnya "kumojo", "kemboja", dan "kemoje".

Bolu kumojo sebenarnya merupakan bolu yang bantat karena proses mengembangnya kue bolu ini yang tidak sewajarnya.

Jika Anda berkunjung ke Pekanbaru, Riau, kue ini bisa Anda jadikan sebagai salah satu alternatif oleh-oleh khas dari Pekanbaru, Riau.

Berikut resep kue bolu kumojo.

BOLU KUMOJO

BAHAN :
500 gr tepung terigu
400 gr gula pasir
4 butir telur
700 ml santan dari 2 butir kelapa
50 ml air daun suji
1/2 sdt vanili
1/2 sdt garam

CARA MEMBUAT :
1. Kocok telur bersama gula pasir sampai mengembang dan kental. Masukkan campuran tepung terigu, vanili, dan garam, aduk sampai rata.
2. Masukkan santan dan air daun suji ke dalam adonan, aduk sampai rata.
3. Siapkan loyang bulat diameter 20 cm, alasi dengan kertas roti dan oles dengan margarin. Tuang adonan ke dalamnya, panggang +/- 60 menit dengan panas 180 �C sampai matang.
4. Angkat dan dinginkan. Potong kue sesuai selera, dan sajikan.

Untuk : 12 potong



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]