Rabu, 23 Februari 2011

Meatloaf, Mashed Potatoes and Garlic Butter Corn




"Tonight's dinner....meatloaf!"... kalimat yang di tunggu-tunggu dari host Dad-ku, Michael. Biasanya, aku sama host Mom-ku, Kendra akan setia menunggu sampe dia selesai masak-masaknya. Maklum, waktu tinggal bareng host family, yang pinter masak ya Dad, kalo Mom-nya, sama kayak aku, terima nasib aja mau di kasih makan apa..hehehe.. Nah, menu favorite kita, ya meatloaf. Apalagi host Mom ku yang emang gak begitu suka amat sama steak (katanya dia bosen karena dari kecil di kasih steak melulu sama ortunya, kalo aku justru suka..hehehe), dia bisa loncat-loncat kalo menu makan malam kita meatloaf. Semula, aku gak begitu suka meatloaf (ya lebih suka steak..hehehe), tapi, lama-lama enak juga, malah jadi ikutan mendukung kalo host Dad ku mau bikin meatloaf...suka banget sama aroma n' rasanya..

Karena kangen berat sama meatloaf, aku pun bikin rencana bikin sendiri. Udah atur rencana dari Jambi. Pas ke Jakarta Sabtu lalu, janjian sama Muna yang nginap di rumah mau bikin meatloaf (biar ada yang ngabisin..hehehe). So, pulang acara HMFF-nya NCC (seruuuu banget!), langsung samperin mpok Muna di plasa Senayan. Hari Minggu pagi, kita ke supermarket dekat rumah buat beli bahan-bahannya. Sayang banget, resep meatloaf yang di tulis sendiri sama host Dadku ketinggalan di rumah Jambi (susah deh kalo nomaden gini!! hiiks!). Akhirnya aku pake resep dari sini. O ya, selama belanja bahan, aku ingat terus omongan host Dad ku, semua bahan mesti fresh-fresh-fresh. So, beli secukupnya aja, gak perlu nyetok bahan segala. Supaya rasanya mirip, aku bela-belain beli saus tomat merk Heinz yang selalu ada di rumah host family ku, untung di supermarket ada, pokoknya niaaaaaaaat banget! *hehe*

Nah, untuk meatloafnya, rasanya kurang afdhol kalo cuma meatloaf doang. Kesannya only the lonely gitu. So, di bikinlah seperti dinner ala rumah host family ku itu, lengkap dengan mashed potatoes, jagung dan gravy *love it*. Untuk mashed potatoes, aku gak kasih macam-macam, cukup salted butter (Real butter ya, jangan di ganti yang lain) sama susu aja. Pokoknya ikut cara host Dad ku plek! gak di tambah-tambah. Tapi, untuk jagungnya, hummm...aku pake resep sendiri. Ini idenya dari salah satu tempat makan favorite ku dan abangku, Riri di Atlanta dulu, Boston Market. Kita sering banget ke resto yang satu itu, makanannya terasa homemade, dan gak komersil. Menu favoriteku, ayam panggang, mac n' cheese, creamed spinach dan corn-nya. Butiran-butiran jagungnya terasa nikmat banget karena di lumuri garlic butter yang melimpah. Tentu saja, aku bikinnya pake caraku sendiri, hasilnya gak kalah koq. Buktinya, teman kuliahku dulu si Milaine yang dari Philipines, sukaaaaa banget waktu aku bikin buat acara thanks giving dinner di kampus. Pokoknya, layak di coba deeeh...*promo*...hihihihi...

Untuk bikin meatloafnya sendiri, resep yang aku pake rasanya gak begitu beda sama resep host Dadku. Breadcrumbs-nya aku bikin sendiri, pake roti baguette yang aku oven sebentar dan aku blender aja. Kalo host Dad-ku pake roti putih biasa, sama aja, apa yang ada di rumah aja. Cuma aku sempat heran aja kenapa pake susu bubuk segala (bisa jadi karena resepnya harus pake produk Nestle). Tapiiii....ternyata emang bikin enak. Meatloafku terasa lebih lembut dan rasa-nya lebih menyatu. Air yang keluar dari dagingnya sewaktu di panggang, aku keluarkan dan aku bikin gravy. Gak perlu di tambah apapun, selain tepung yang akan mengentalkan kaldunya. Kalo buat aku, gravy emang makes everything taste better...hahahaha...

Setelah semua siap, jadi deh acara meatloaf dinnerku. Ada meatloaf yang udah di potong-potong tebal, mashed potatoes yang creamy n' hangat, ada jagung dengan aroma bawang putih dan ada gravy yang siap untuk di siramkan ke piring. Si Muna suka banget sama meatloafnya, katanya gak beda sama buatan host Momnya dia (o ya, si Muna sama kayak aku, pernah ikutan exchange student juga), trus ada Firman, sepupuku yang sedang berobat di Jakarta dan tante Ana, Mamaya Firman, yang sukaaa banget sama mashed potatoes di siram gravy.

Hum...kangen deh sama host Dad-ku dan host Mom-ku. Betah tinggal sama mereka, berasa keluarga sendiri. Sampe sekarang, masih aja nanyain kabarku... kangen dinner bareng mereka di ruang makannya yang keren. Memang dinner bareng tiap malam itu perlu di berdayakan deh, bikin dekat satu sama lainnya. Di keluargaku sendiri memang begitu, tapi di rumah host familyku, bikin aku ngerasa bukan orang lain lho.

So, ini resepnya, resep meatloaf, aku copy dari websitenya, di sana banyak lho resep-resep asik yang layak buat di coba (aku udah nge-tag beberapa for my next project..hehehe).


MEATLOAF
Nestle

Ingredients :

  • 1 large onion, chopped
  • 1 1/4 cups plain dry bread crumbs
  • 1 small green bell pepper, chopped
  • 3/4 cup dry NESTLÉ® CARNATION® Instant Nonfat Dry Milk
  • 2/3 cup water
  • 1/2 cup ketchup, divided
  • 2 large eggs, lightly beaten
  • 1 tablespoon dried parsley
  • 1 tablespoon garlic salt
  • 1 teaspoon ground black pepper
  • 3 pounds ground beef

Direction :

PREHEAT
oven to 375° F.

COMBINE onion, bread crumbs, bell pepper, dry milk, water, 2 tablespoons ketchup, eggs, parsley, garlic salt and black pepper in large bowl. Add ground beef; mix lightly but thoroughly. Divide meat mixture in half and shape into two loaves. Place in ungreased 13 x 9-inch baking dish. Flatten loaves on top. Cover with remaining ketchup.

BAKE for 55 to 60 minutes or until no longer pink in center. Let stand for 10 to 15 minutes before serving.


MASHED POTATOES
Camelia

Bahan :
1 kg kentang, kukus
100 gr salted butter (jangan di ganti margarin ya, pokoknya the best butter)
100 - 150 ml susu segar (sesuaikan dengan tekstur yang di inginkan)

Caranya
Kupas kentang yang sudah di kukus, selagi hangat.
Lumatkan dengan pelumat kentang sambil di masukkan butter.
Tuang susu sedikit-sedikit sambil di aduk rata. Apabila rasa dan tekstur sudah cukup, sajikan.


GARLIC BUTTER CORN
Camelia

Bahan :
500 gr jagung beku, suhu ruang
50 gr salted butter
3 siung bawang putih, cincang halus
2 sdm parsley kering
merica hitam yang di hancurkan secukupnya

Caranya :
Panaskan butter hingga mencair, masukkan bawang putih, aduk rata,.
Masukkan jagung, jangan tunggu hingga bawang berubah warna.
Tambahkan parsley dan merica hitam secukupnya, aduk-aduk
Tutup sambil sesekali di aduk-aduk, masak hingga matang.


GRAVY
Camelia

Gunakan api kecil, panaskan 1 sdm butter, masukkan 1 1/2 sdm tepung terigu, tumis sebentar agar terigu matang dan gravy tidak berasa terigu. Masukkan kaldu dari panggangan meatloaf, aduk-aduk hingga rata, mengental dan halus. Angkat. Gravy siap untuk di sajikan.


Met dinner !




Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]