Minggu, 24 Oktober 2010

Bubur Sumsum

Hari ini memang rencananya kita mau nyantai aja di rumah. Gak tau kenapa, gak ada angin gak ada hujan, pas aku lagi asik-asik nonton tv, si Mas masuk ke kamar ngomong kalo dia pengen makan ayam seperti di Mekkah dulu dan pengen bubur sumsum! walaaah...si Mas aya-aya wae ya! kalo ayam, sulit buat di wujudkan, mendadak siiih....tapi kalo bubur sumsum??? kenapa bubur sumsum??? padahal aku itu ngebayangin si Mas itu minta tiramisu, chocolate mousse atau creame brulee.... ini malah minta bubur sumsum???? hiiiks!!!..yah, susah deh kalo punya suami sukanya makanan tradisional, sementara istrinya suka nyobain bikin aneka cake. Kaya'nya blog ku akan segera di penuhi aneka jajan pasar nih...hihihihi...

Walaupun begitu, aku malah ikutan kepengen juga bubur sumsum juga. Langsung aja aku bilang sama si Mas, tak bikinin. Padahal, seumur-umur gak pernah bikin bubur sumsum (cuma penikmat doang)...tapi tengsin kan kalo bilang gak bisa. Apalagi, sejak merit baru kali ini si Mas ngomong minta dibikinin makanan tertentu *ehem*. Aneh juga kalo permintaannya aku cuekin seperti waktu dia minta aku berbagi space lemari dulu..*hihihi*.... So, diam-diam, aku buka website NCC pake blackberry, biar gak ketahuan si Mas....dan Yipeeee...ketemu!!!

Aku lupa deh kapan terakhir kali aku makan bubur sumsum. Rasanya udah lamaaaaa banget. Kalo jaman SD dulu, ya sering. Dulu waktu aku dan abangku Riri masih SD, pulang sekolah kita cuma istirahat di rumah beberapa jam saja. Setelah itu, kita lanjut lagi ke Madrasah dan baru pulang sekitar jam 5 sore. Nah, pulang Madrasah, kita langsung menuju teras kamar tidur ortuku yang menghadap ke kolam. Di sana udah ada makanan dan teh manis untuk kami. Makanannya macam-macam, kadang ada bubur kacang ijo, bubur ketan item, bubur rang rang, bubur sumsum, ketan plus kelapa, lepat, kolak...pokoknya ganti-ganti, gak pernah gak ada, minimal pisang goreng. Karena ortuku keduanya sibuk seharian, pas lagi nge-teh itulah Ibu dan Papaku mulai nanya-nanya urusan sekolah, ngasih segala macam nasehat atau kadang cuma ngobrol ringan dan ketawa-ketawa aja. Hummm...rasanya kangen banget sama suasananya...simple dan familiar sekali.

Anyway, karena si Mas sepertinya benar-benar menunggu buburnya *hihihi*, segera mba' Nur aku suruh beli tepung beras dan santan instan di warung belakang. Untung juga beberapa hari lalu sempat beli gula jawa, jadi tinggal bikin aja. Karena gak ada daun pandan, bubur sumsumnya aku tambahkan pasta pandan, jadinya bubur sumsum hijau...hihihihi....yang penting pandannya terasa. Kalo aku suka bubur sumsum yang lembut dan lebih mirip custard yang kental. Jadi selama diatas api, adonannya aku aduk terus supaya gak menggumpal dan hasilnya smooth. Sayang gula jawa yang aku beli gak begitu oke, gak wangi dan mesti di saring berkali-kali. Santannya pun gak segurih kalo pake santan asli (yang biasanya bikin bubur sumsum rada keabu-abuan) tapi lumayanlah, dari pada mesti marut kelapa, meres santan segala...hari geneeeeee.....whoa ha ha ha...

Setelah selesai, si Mas aku panggil dan dia langsung ngajak kakaknya, mas Bambang buat nge-bubur bareng. Alhamdulillah, dia suka dan mas Bambang juga suka, katanya kalo di Singosari (kampungnya si Mas di Malang) buburnya putih...hihihihi....yang penting enak!! Mulai sekarang, tepung beras masuk daftar belanja barang yang harus aku stok di rumah. Just in case kalo si Mas minta kue ataupun makanan tradisional lagi, apalagi kalo bikin bubur sumsum, dia bisa minta kapan aja. Gampang siiih....hihihihi....



BUBUR SUMSUM
Fatmah Bahalwan


Bahan Bubur :
100 gr tepung beras putih (siap beli)
600 - 700 ml santan (hasil campuran 1 kotak santan instant dan air)--> aku pake 1 kotak santan kara dan 600 ml air
1 sdt garam
1 lembar daun pandan --> aku gak pake tapi aku tambah pasta pandan secukupnya

Caranya :
Campur semua bahan menjadi satu, aduk hingga benar-benar licin supaya nanti tidak menggumpal. Lalu masak di atas api sedang sambil diaduk hingga mendidih dan meletup-letup.

Bahan Kinca :
250 gr gula jawa/aren
1 cangkir air
1 lembar daun pandan

Caranya:
Masak semua bahan hingga gula larut. Saring dan sajikan.



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]