Senin, 25 Oktober 2010

Ayam Kretek


Pertama kali makan ayam kretek waktu ada latbar NCC Jaksel di rumah mba' Yanti di Tebet. Waktu itu mba' Nina Herlina bawa ayam kretek buat makan siang kita. Rasanya...waaah, mengejutkan! sulit di gambarkan dengan kata-kata *cieee* pokoknya enak deh. Pedaaaas banget, tapi empuk. Waktu itu, mba' Nina udah ngasih tau cara bikinnya yang ternyata gampang banget. Akhirnya beberapa bulan lalu di milis pun heboh sama ayam yang super duper pedas ini, aku ikutan juga nyimpan resepnya, tapi baru hari ini di niatin buat bikin. Gara-gara si Mas kemaren ngomong pengen ayam panggang utuh yang hampir tiap malam dia beli selama umroh *hihihi*. Karena aku belum nemu resep ayam ala Arab dan juga rada malas nyari-nyari dulu, so, pilihanku jatuh ke ayam kretek ini. Pas juga di freezer ada ayam yang aku beli, rencananya mau praktek bikin ayam kodok, abisnya sejak latbar ayam kodok di rumah mom Elly duluuuuu banget, gak pernah bikin lagi. Tapi si Mas kayaknya emang lagi kepengen ayam panggang yang utuh, ya udah, ayam kodoknya di tunda dulu.

Pagi-pagi, aku udah nitip mba' Nur buat beliin cabe rawit hijau di pasar tradisional dekat rumah. Senang deh lihat cabe yang di beli mba' Nur seger-seger banget. Hum...bahan yang di butuhkan untuk bikin ayam kretek ini simple banget, cuma cabe rawit ijo, bawang putih dan garam. Pada dasarnya, bumbu utamanya ya cabe rawit ijo, makanya pake rawit yang segar is a must. Aku jadi ingat sama resto ayam franchise yang jual chicken peri-peri. Aku sukaaaaa banget sama ayam itu. Waktu masih di asrama di Inggris dulu, hampir tiap minggu aku cari-cari alasan buat beli. Aku juga pernah lihat di tv, cara membuat chicken peri-peri. Hampir seperti ayam kretek ini. Bedanya, ayam peri-peri itu pake cabe rawit yang berwarna, minyak zaitun, dan bubuk bawang putih. Sama simplenya. Bedanya, peri-peri di bakar di bara api, jadi rada kehitam-hitaman gitu. Kalo ayam kretek, di bungkus dengan aluminium foil dan di panggang di oven.

Kali ini, aku pake cara kombinasi antara peri-peri dan kretek...*giggles*... Semua pembuatannya aku ikut resep ayam kretek, tapi saat aluminium foilnya di buka dan ayam di panggang lagi, ayamnya aku olesi pake minyak bawang putih. Maksudnya supaya ayamnya gak kering dan kelihatan shiny n' sexy *lebay*...hihihi... Minyak bawang putih ini, aku taunya dari mba' Nadrah waktu kursus bikin aneka mie. Bikinnya gampang, bawang putih di cincang (atau di blender aja), trus goreng dengan minyak yang rada banyak hingga kekuningan. Naah, minyaknya ini enak di pakai buat numis, campuran mie ayam, soto atau dalam kasusku ini, buat olesan. Tinggal di masukkan ke wadah kaca atau mangkok dan bisa di simpan semingguan lebih di dapur.

Kalo di resepnya, rawit sama bawang putihnya di tumbuk kasar, tapi aku tadi pake blender aja, biar cepat..hehehe... trus ngelumuri ayam dan ngisi perutnya dengan campuran rawit, aku pake sarung tangan plastik. Kebayang panasnya tangan kalo gak..hehehe.. lha, pas di blender aja udah terasa pedasnya. Bagian perutnya setelah di isi, aku tutup dengan beberapa tusuk gigi supaya gak kebuka nantinya. Setelah di bungkus aluminium foil, aku letakan diatas loyang dulu, baru masuk ke oven. Lega banget aku gak langsung masuk ke oven tanpa loyang, ternyata airnya banyaak...bisa-bisa mba' Nur mesti nyikat oven lagi...hahaha... Setelah di panggang 1 jam, lapisan aluminiumnya aku buka bagian atasnya. Ini yang bikin aku ngerti kenapa ayam jadinya empuk dan tasty banget. Karena di dalam foil itu, airnya ayam keluar, jadi ayam seperti di steam dengan airnya sendiri. Selama di oven...wuiiih...wangi rawit menyebar ke penjuru rumah...hehehe...

Kesalahanku tadi, ada di time management. Ayam yang rencananya buat makan siang, terpaksa mundur buat makan malam... itu pun baru beres hampir jam 8 malam. Ini bikin aku 'terpaksa' ngancam si Mas gak boleh makan dulu dan harus nunggu sampe ayamnya matang...hahahahahaha.... Pas ayamnya jadi, si Mas udah semangat mau makan, tapi eiiits...tunggu, mau di foto dulu. Sayang fotonya terburu-buru, karena si Mas udah nungguin dan dia sempat komen "Aduuh..udah nunggu matangnya lama, mesti nunggu di foto lagi..."..hihihihihi... tapi dia suka koq ngeliatin aku foto-foto, kadang ikutan ngasih saran ini itu supaya fotonya mendingan. Cuma kali ini aku gak tega juga lama-lama, akhirnya di foto ala kadarnya aja...saking buru-burunya, sampe gak ngeliat ada potongan foil yang nempel di ayamnya...hehehehe

Hasilnya??? si Mas suka tuh...dia makan sampe keringatan kepedasan. Kalo aku, senangnya, keren banget deh pas aku motongin ayam diatas meja...berasa banget jadi Nyonya...whoa ha ha ha ha ha...



AYAM KRETEK
Ny. Karnelih Hiya (Ibu mertuanya mba' Nina Herlina)


Bahan :
1 ekor ayam (tanpa ceker dan kepala)
250 gr cabe rawit hijau
8 butir bawang putih
1 1/2 sdm garam kasar
kalo aku----> tambah beberapa sendok minyak bawang putih

Caranya :
  • Bersihkan ayam. Lumuri dengan jeruk lemon (untuk menghilangkan bau amis). Diamkan selama 15 menit. Lalu siram dengan air bersih.
  • Tiriskan airnya dengan lap kering (kalo aku pake tissue...hehehe)
  • Ulek bawang putih asal aja, lalu masukan cabe rawit, ulek kasar (Aku pake blender aja, di bikin rada kasar)
  • Masukkan garam kasar, aduk rata.
  • Siapkan aluminium foil, bentangkan dan letakkan ayam yang sudah di keringkan.
  • Masukkan cabe rawit kedalam perut ayam, sisakan secukupnya untuk di baluri ke badan ayam. Sematkan lidi untuk mencegah campurannya keluar. (selama proses ini, jangan lupa pake sarung tangan ya...panas euy!)
  • Sisa cabe di lumuri ke badan ayamnya, agar meresap. Bungkus ayam dengan aluminium foil. Lalu simpan di kulkas bagian bawah selama lk. 5 jam.
  • Keluarkan dari kulkas, biarkan dalam suhu ruangan, lalu bakar ayam selama 1 jam (kalo aku sebelum masuk oven, foilnya aku tusuk2 dulu dengan pisau).
  • Setelah itu buka ujung-ujung foilnya dan panggang lagi selama 30 menit hingga kecoklatan. (Kalo aku, foilnya di buka bagian atasnya, olesi dengan minyak bawang. Masukkan ke oven, sambil sesekali dioleskan minyak bawang lagi dan di siram dengan air yang ada di loyang hingga ke coklatan)
  • Sajikan
Hot! Hot! Hot!



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]