Senin, 28 Juni 2010

Peanut Butter Cookies

Akhirnya, aku sempat-sempatin juga buat posting kue kering yang aku bikin kemarin lusa (tapi baru aku panggang kemarin). Kebetulan aja waktu bikin kue aku pulang ke rumah lebih cepat setelah check lab di rumah sakit. Kak Ika lanjut jalan sama Dea yang sedang liburan di Jakarta, sedangkan aku langsung minta pulang aja. Akhir-akhir ini aku emang gampang capek dan memang harus bedrest, tapi gimana mau bedrest, adaaaaa aja yang mesti di urusin buat wedding. Tapi, setelah ngadon kue, malamnya aku mau aja di ajak Papa yang kebetulan datang jalan ke mal belanja perlengkapan kamar, makanya manggang kuenya di tunda dulu...hehehehe... *always says yes to shopping!*

Anyway, bulan ini emang gak begitu menyenangkan. Abisnya, aku harus di rawat segala di rumah sakit gara-gara demam berdarah. Untung ada si Tona dan keponakannya Mauly yang nungguin di rumah sakit. Boseeeeen banget!!! Sebelumya, si Mas yang pulang ke Malang dalam keadaan rada demam, tenyata kena DB dan harus di rawat di sana. Selang beberapa hari si Mas keluar dari rumah sakit, aku lagi yang masuk tanggal 3 lalu dan baru keluar tanggal 10. Sebel banget deh, mana panas ku gak tanggung-tanggung, 45C....heran deh! sampe dokternya bilang, aku itu DB-nya text book sekali, semua yang ada di buku tentang DB, ada sama aku, mulai dari panasnya, merah-merahnya, sampe infeksinya. GREAT!!! *bete* mana panasnya baru turun hari ke 4, semua makanan terasa pahit (sempet nuduh rumah sakitnya masakannya gak enak...hehehe) badan pun rasanya gak enak banget. Belum lagi infus yang sekali pasang ada 3 macam...pokoknya kapooookkkk!!!

Nah, abis DB, aku mesti check lab lagi untuk memastikan trombosit udah ok, sekalian aja aku test TORCH karena mau married, waduuuhhh....beneran deh, buat yang mau married, jangan tunda untuk test TORCH, kalau bisa malah jauh-jauh hari, jadi kalo hasilnya gak begitu memuaskan, bisa langsung diambil tindakan. Jangan seperti aku, udah mepet, ternyata baru ketauan ada rubella. Terpaksa nanti menunda punya anak dulu sampai pengobatannya selesai *hiiiks!* Parahnya, untuk pengobatan rubella ini, aku di sarankan ke seorang professor di rumah sakit yang sama, eeehh...baru ketauan kalo liverku sedang bengkak, jadi pengobatan belum bisa di mulai, sampe livernya oke lagi... belum lagi kadar gula tinggi , mulai minum obat diabetes juga. S E B E L B U A N G E T!!!!! Makanya aku di suruh bedrest. Tapi alhamdulillah, semalam ke dokter, livernya mulai membaik, berlahan tapi pasti...*optimis*

So, balik ke my cookies...
Kue ini rasanya sangat familiar sama aku. Pernah aku beberapa kali berusaha nyari resep kue yang aku suka waktu jaman SMP dulu. Tapi gak berhasil. Ternyata, ini resepnya. Kalo bu Fat di bagian atasnya di beri kacang tanah cincang, yang aku makan dulu atasnya seperti kue yang aku buat ini, tapi di bagian tengahnya ada sebutir kacang yang seolah-olah ada "suprise". Selama ini, aku nyari resepnya berdasarkan kacang yang ada di dalam kue. Gak taunya, itu variasi yang jualan aja, resep kue-nya, ya ini. Gak nyeseeeeelll udah nyobain.... kue-nya beneran seperti yang dulu aku cicipi. Bikinnya, gampang banget! aku ngaduknya malah pake sendok makan aja... *pemalas*...hihihihi....

Pokoknya suka! suka! suka! bakalan jadi tambahan varian kue kering lebaran nanti niiih... selai kacangnya, aku pake merk lokal aja, rasanya gak kalah sama yang impor *beneran* lumayan dompet friendly. Si Dea suka banget, dia bolak-balik ngambil, mungkin karena rasanya manis agak gurih, si Dea jadi doyan. Kak Ika pun juga ngasih jempol tuuuh... Next time, aku kasih sebutir kacang bulet di tengahnya, supaya mirip banget sama yang aku makan dulu. Tapi, liat ntar deh, kayaknya bakalan lama kalo ngisi satu per-satu....hihihihi... (penjual kue yang aku beli dulu rajin amat ya...whoa ha ha ha)

Hiiks! ini jadi postingan terakhir aku di Jakarta, masih single, duduk sendiri sambil senyum-senyum nge-blog. Kira-kira bakalan kangen gak ya aku nanti suasana begini...? Setelah ini, aku pulang ke Jambi, dan kembali ke Jakarta udah berdua, udah jadi nyonyah... wuiiih...rasanya gak percaya deeh!

Naaah...ini resepnya yaaa.... *big big hugs*



PEANUT BUTTER COOKIES
by. Fatmah Bahalwan

Bahan :

250 gr tepung terigu
90 gr gula halus
125 gr selai kacang halus/peanut butter
110 ml minyak sayur
1 sdm susu bubuk
1/2 sdt garam
1 sdm mentega

Bahan polesan :

2 btr kuning telur kocok lepas
Kacang tanah cincang secukupnya (aku gak pake)

Caranya :

1. Aduk rata : Gula halus, selai kacang, minyak sayur, susu bubuk, garam dan mentega hingga rata.
2. Tuang tepung terigu, aduk rata, bentuk bulat, tata dalam loyang.
3. Poles bagian atasnya dengan bahan olesan dan hias dengan kacang tanah cincang.
4. Panggang dalam oven suhu 150C hingga kuning kecoklatan.



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]