Minggu, 04 April 2010

KUE WAJIK, ( salero-bundo )

Kue wajik adalah kue Indonesia yang kental dengan nuansa tradisional dan merupakan kue jajanan pasar yang masih populer sampai sekarang ini. Bahan utama untuk pembuatan kue wajik ini adalah beras ketan, yang memberikan rasa kenyal dan legit. Nama "kue wajik" merupakan sebutan untuk kue ini yang populer di daerah Jawa Tengah, sementara di Sumatera, kue ini lebih terkenal dengan nama pulut manis.

Kue wajik biasanya disajikan sebagai kue hidangan untuk tamu. Selain itu, kue wajik juga digunakan sebagai hidangan dalam hajatan terutama di daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta, serta sebagai kue hantaran dalam upacara pernikahan adat tradisional Jawa yang melambangkan pengharapan ikatan pernikahan yang langgeng seperti lengketnya kue wajik.

KUE WAJIK

BAHAN :
600 gram beras ketan
200 ml air mendidih
250 gram gula merah, disisir halus
600 ml santan dari 1 1/4 butir kelapa
2 lembar daun pandan
1/2 sendok teh garam 

CARA MEMBUAT :
1. Kukus beras ketan selama 20 menit. Angkat lalu siram dengan air mendidih, diamkan hingga terserap.
2. Kukus ketan selama 30 menit.
3. Sementara itu masak gula, santan, garam, dan daun pandan sambil diaduk hingga kental.
4. Masukkan ketan lalu aduk hingga terserap dan berminyak.
5. Tuang ke atas daun pisang lalu ratakan. Setelah dingin, dipotong-potong.

Untuk 15 potong.



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]