Sabtu, 03 April 2010

KUE LAPIS SAGU, ( salero-bundo )

Kue lapis adalah kue tradisional khas Indonesia. Dinamakan kue lapis karena kue ini terdiri dari sedikitnya dua warna kue yang berlapis-lapis. Kue lapis ini biasanya dibuat dari bahan berupa tepung beras, tepung sagu atau tepung kanji, santan, gula pasir, garam dan pewarna makanan.

Kue lapis dengan bahan dasar berupa tepung sagu ini bisa ditemui di berbagai daerah di Indonesia dan juga Malaysia. Kue lapis sagu ini juga menggunakan daun jeruk purut untuk aroma wangi jeruk alami pada kue lapisnya. Dalam masyarakat Betawi, kue lapis sagu ini dikenal dengan nama kue pepe.

KUE LAPIS SAGU

BAHAN :
900 gr tepung sagu
100 gr tepung beras
700 gr gula pasir
2200 ml santan dari 2 1/2 butir kelapa
6 lembar daun pandan
3 batang serai, dimemarkan
10 lembar daun jeruk purut
1 sdt garam
Pewarna makanan merah dan hijau atau lainnya sesuai selera

CARA MEMBUAT :
1. Aduk tepung sagu, tepung beras, sisihkan. Sementara itu rebus santan, gula pasir, daun pandan, serai, daun jeruk purut, dan garam sampai mendidih sambil diaduk.
2. Setelah santan dingin, tuang sedikit-sedikit ke dalam campuran sagu sambil diuleni perlahan-lahan. Bagi adonan menjadi 3 bagian. Masing-masing bagian diberi warna merah, hijau dan sisanya dibiarkan putih.
3. Panaskan loyang dalam kukusan setelah dioles minyak dan dialas plastik. Tuang dua sendok sayur adonan putih di dasar loyang lalu kukus selama 5 menit.
4. Tuang dua sendok sayur adonan berwarna hijau. Kukus lagi 5 menit.
5. Selanjutnya tuangkan kembali dua sendok sayur adonan berwarna putih. Kukus 5 menit.
6. Kemudian tuang dua sendok sayur adonan berwarna merah. Kukus kembali selama 5 menit. Lakukan bergantian sampai adonan habis.
7. Setelah lapisan terakhir dituang, kukus kue selama 45 menit, angkat lalu dinginkan.

Untuk : 20 potong

NB : Komposisi urutan dan pilihan jenis warna untuk lapisan kue lapis bisa disesuaikan dengan selera masing-masing.



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]