Kamis, 18 Maret 2010

Fruit Salad


Aku biasanya cuek aja kalo ada fruit salad atau selada buah di acara apapun yang aku hadiri. Alasannya simple aja, aku emang gak begitu doyan buah dan ngebayangin buah dengan mayonnaise, rasanya sedikit over the top buatku. Akupun juga gak niat bikin apalagi posting resepnya, soale bisa dibikin siapa saja dan semua pasti punya resep selada buah andalan. Tapi, waktu ke Jogja (road trip, pas long weekend Maulid Nabi lalu, macet berat tapi asiiiikkkk...) buat menghadiri weddingnya sepupuku, Rizal (anaknya om Icot), aku jadi cinta berat sama salad buah ini. Saking doyannya, aku muka tembok aja bolak balik nambah...heheheehe... *gak heraaan*. Selain buahnya manis segar, juga rasanya creamy tapi tetap fresh. Trus diatasnya di taburi keju yang cukup royal. Yang bikin enyak, ada jellynya juga, jadi pas di makan, teksture-nya rameee.....

Sejak itu, udah kebayang aja mau bikin fruit salad sendiri. Sampe pas pulang ke Jambi, kesempatan banget buat bikin. Maklum, banyak yang ngabisin...hehehe... Kebetulan si Nia sibuk nodong aku minta dibeliin jam tangan baby-G pinky baru, ya sekalian deh mampir ke supermarket beli perlengkapan perang buat bikin fruit salad. Pilihan buahnya gak begitu banyak, cuma beli apel, pir, melon, strawberry dan beli rambutan kaleng yang di tengah ada nenasnya. Humm...rasanya cukup deh. Abis itu, gak langsung di bikin, ceritanya mau bikin buat pertemuan keluarga yang ngebahas weddingnya aku sama si mas *akhirnyaa...!* (sekalian ngebahas bang Iqbal yang mau ngelamar bu dokter). Tapi, pas hari H-nya Senin malam kemarin, biasaaaa... boro-boro sempat bikin, aku sibuk bolak-balik ke kamar mandi, gara-gara gangguan perut. Lemeeeessss..... trus hari rabu kemarin, batal juga mau bikin, soale kebat kebit kesana kesini nyiapin hantaran lamarannya bang Iqbal.

Baru deh kemaren mulai bikin. Gak banyak koq, kira-kira cukup buat 4 porsilah. Tapi, apelnya lenyap...hehehehe...mungkin di bawa papa yang ke Sarolangun sama teman-teman lembaga adatnya. Yo wis lah, tanpa apelpun, sudah cukup banyak. Paginya sebelum mandi, aku suruh si Linda (naaah, ini asisten baru rumah Jambi, jadi asistennya si Umi..hihihi) bikin konyaku jelly tanpa rasa. Sengaja aku pilih yang gak pake rasa, soale aku cuma mau tekstur doang, untuk rasa, cukup dari buah-buahannya aja. Buah melonnya aku bulet-buletin, yang ternyata bikin kapok, lama dan menghabiskan waktu saudara-saudara....hehehehe.... Untuk campuran sausnya, aku mau yang fresh fresh dan fresh. Maksudnya, gak bikin eneg. Jadi, selain mayo, aku tambahkan juga yoghurt tawar. Rasanyaa...? enaaaaak... gak kalah deh sama yang aku makan di Jogja. Sudah di cicipi sama kak Ika dan katanya udah layak masuk blog (hahaha...kayak penting aja!). Bikinnya juga gampang buangeeeet....


Ini resepnya yaaa....





FRUIT SALAD
by. Camelia



Bahan saus :
120 gr yoghurt tawar
50 - 75 gr mayonnaise
1 sdm susu kental manis (kalau suka manis, tambah aja)
40 gr keju cheddar parut, bagi 2


Bahan campuran :

-Buah segar potong
-buah kaleng
-Konyaku jelly tanpa rasa, masak, biarkan mengeras, potong-potong


Caranya :
-Campur semua bahan saus, dan separuh keju parut, aduk rata
-Susun bahan campuran dalam wadah. Beberapa saat sebelum di sajikan, tuang saus dan taburi dengan sisa keju.
-Enjoy!



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]