Jumat, 19 Februari 2010

Kulfi




Kali ini bikin es krim aaah...
Bukan sembarang es krim, tapi Kulfi, es krim khas Asia Selatan, seperti Pakistan atau India. Ini bisa jadi salah satu resep yang mau aku bikin udah lamaaaaaaaa banget. Ehem...jelas lama, bayangin, 2 tahun lalu niatnya, tahun lalu dapat info toko bahannya, dan tahun ini baru dibikin...naaah...mantap kan lamanya??? hihihihhi... aku ini emang pendiriannya suka berubah, kadang dari rumah niatnya apa, sampe toko bahan kue, malah punya rencana lain. Termasuk waktu mau bikin si Kulfi ini. Almondnya udah berapa kali beli, pistachio apa lagi, eeeh...malah diolah jadi yang lain...well, gak pa pa lah ya, yang penting bahannya tetap jadi makanan, bukan jahitan...lho?? hihihihi...

Anyway...
Aku ngotot mau bikin Kulfi ada alasannya lho. Pertama kali nyicipin kulfi, waktu aku diajak sama mantanku *cieee* yang orang Pakistan buat makan siang di salah satu resto India di London (lupa namanya). Katanya, masakkan di situ, hampir mirip sama masakan Pakistan. Ceritanya karena itu our first date *whueeeeekkk!*, jadi di ajak ke resto yang rada mendingan. Singkat cerita, pas lagi milih-milih dessert menu, dia malah milihin kulfi ini Katanya pas banget buat aku. Karena aku sendiri gak ngerti, ya setuju-setuju aja. Waktu pesanannya datang, aku sempat bingung. Ini es krim koq kesannya koq gak smooth, berantakan. Malah kayak kebanyakan taburan gitu. Dengan setengah hati aku cicipi, semula sempat kaget karena rasanya aneh dan gak familiar. Tapi enaaaaakkkk banget... yang jelas rasa milky nya kuat sekali, yang lain gak jelas apaan....baik rasa maupun aromanya eksotis!!!

Saking enaknya itu dessert, dari first date itu yang aku ingat cuma dessert-nya doank. Siang itu kita dimana atau ngomongin apa aja, aku malah gak ingat sama sekali....(kasian banget ya dia...hihihi). Itu pertama kali dan terakhir kalinya nyobain kulfi. Balik ke Indonesia, ya tambah susah nyarinya. Aku iseng masuk ke beberapa resto India, tetep gak ada kulfi. Pas aku mau ikutan workshop di Lahore, Pakistan, yang kebayang sama aku cuma bakalan nyobain kulfi lagi. Tapi sayang, sampe sana, makanan dan masakkannya enak-enak dan ternyata desserts-nya juga banyak. Manis-maniiis banget, sesuai sama seleraku. Kita diajak makan ke restoran Salt n' Pepper di sana. Asyik banget tempat itu, restonya seperti kampung kecil. Harganya all you can eat dan semua makanan khas Pakistan ada. Mulai dari aneka kebab, kari, ayam bakar sampe makanan khas kaki lima hingga makanan penutup. Semua di bikin fresh di depan mata. Rasanya? TOP BANGET. Highly recommended deeeh....lha, karena terlalu semangat mencicipi semua, pas temanku nyodorin kulfi, aku terpaksa geleng, perutku rasanya mau meletus kebanyakan cicip sana sini. Kirain besoknya bakalan ketemu kulfi lagi, gak taunya sampe pulang gak ada!!!! Hiks!

Dua tahun lalu, mulai deh aku mau nyoba bikin sendiri. Tanya sama pak Google, wuiiih...resepnya buanyaaakkk... tapi aku pilih yang pake saffron dan pistachio. Soale waktu itu dikasih tau sama mantanku kalo di es krim itu ada saffron dan pistachionya. Tapi kalo wanginya dari mana...??? hum...ternyata, pake air mawar yang memang sering di jadikan campuran dessert. Karena gak ketemu safron maupun air mawar di supermarket, bikinnya aku tunda, sampe lamaaaaaaa....hehehehe... sempat beli essence mawar, buat subtitute, tapi tetep gak jadi bikin. Sampe tahun lalu iseng aja nanya di milis, dimana bisa beli saffron dan air mawar. Alhamdulillah, banyak yang respon. Ada yang ngasih tau kalo di Jl. Raden Saleh, ada toko bahan makanan timur tengah, tepatnya di depan rm. Amira. Setelah di kasih tau, cuma di catat, tapi belom sempat ke sana juga. Sampe lupa sendiri.

Waktu lagi jalan-jalan sama Papaku dan Om Azmi bulan lalu, kita ngelewati Raden saleh. Aku langsung minta berhenti waktu kebetulan ngeliat toko yang di maksud. Nyampe tokonya, aiiiiih...ternyata banyak banget bahan bahan makanan timur tengah yang biasanya cuma aku liat di buku resep doang. Saffron sama air mawarnya langsung aku dapat. Sampe rumah, kemana mereka??? di simpen aja di lemari bareng bahan-bahan lain...hehehehe... sampe 2 hari lalu mau mulai bikin, tetep aja malas. Akhirnya dibikin juga kemarin. Diantara resep-resep yang aku baca, ternyata pembuatannya lain-lain. Tapi pada dasarnya, mengandung susu, cream dan kacang-kacangan. Ada yang di rebus dulu, ada yang langsung dibekukan. Ada yang pakai air mawar, ada juga yang pake kapulaga. Pake saffron pun gak wajib.

Resep yang aku bikin ini, gak perlu dipanaskan. Jumlah kacangnya pun aku bikin seimbang. Aku pake air mawar karena mau menyamakan sama yang aku makan dulu. Rasanya udah mirip, lumayanlah buat kenangan....hihihihi *ssshhh...ada si Mas!* . Kelihatan jelas kacang dan saffronnya. Pembuatannya gak perlu ice cream maker, cukup di masukkan ke freezer aja. Es-nya lembut banget dan hampir mirip gelato karena mudah banget mencair. Creamy, milky dan nutty...itu aja kuncinya. Campurannya....terserah anda...*suara iklan*.

Ini resep kulfi a la aku ya....


KULFI

by. Camelia


1 1/2 cup susu evaporated
3 cup whipcream cair
1 kaleng (380 gr) susu kental manis
1 cup kacang pistachio, cincang kasar (atau pake chopper aja)
1 cup almond bubuk
3 sdm air mawar (pastikan air mawarnya yang khusus untuk di makan yaaa...)
sejumput saffron
1 sdt gula (untuk menghancurkan saffron, kalo gak pake gula, susah)
2 sdm air panas

Caranya :
  • Letakkan saffron dan gula dalam ulekkan (jangan yang pedes yaaa...hehehehe...), hancurkan hingga agak halus. Masukkan dalam wadah kecil, beri air panas. Diamkan lk. 20 menit. Sisihkan.
  • Dalam baskom besar, masukkan saffron beserta airnya, susu dan susu kental manis, aduk rata. Lalu masukkan whipcream, kocok hingga mengental (aku pake hand blender, kalo gak ada, pake mikser aja), jangan sampe kaku, cukup mengental aja.
  • Tambahkan kacang-kacangan, aduk lagi hingga rata. Masukkan ke dalam wadah, bekukan di freezer semalaman hingga mengeras.
  • Sajikan dengan taburan toasted almond dan pistachio bila suka.



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]