Selasa, 05 Januari 2010

In Memoriam


KH. ABDURRAHMAN WAHID
Lahir : 4 Agustus 1940
Wafat : 30 Desember 2010


Bapak, begitu aku memanggilnya, adalah salah satu orang yang paling berjasa dalam hidupku. Disaat orang lain meragukan kemampuanku, beliau justru menjadi orang yang sangat yakin padaku. Beliau adalah sumber pengetahuan yang tidak habis-habisnya, teman diskusi yang mengasyikkan dan pemberi semangat yang luar biasa. "Tak kasih tau ya Lia, selagi itu keputusan yang dibuat oleh manusia, apabila salah, jangan takut untuk melawan . Tapi apabila itu keputusan Tuhan, jalankan saja, sudah bener itu..." ujarnya padaku. Suatu kalimat sederhana, namun memiliki arti yang dalam untuk ku. Disaat aku mulai meragu, ucapannya itu bagaikan guyuran air yang mengalir kekepalaku.

Semalam, 7 hari setelah kepergian Bapak, aku langkahkan kaki menuju kediamannya. Ribuan massa yang berdesakkan hanya karena ingin membaca doa bersama untuknya, menjadi bukti rasa sayang mereka untuk beliau. Siapapun mereka, apapun latar belakangnya, semua duduk bersila bersama. Tidak ada perbedaan dan tidak ada yang di istimewakan. Tidak lupa pula doa dari para pemuka agama dari semua agama yang ada di Indonesia, yang di bacakan dengan tulus dan ikhlas. Dapat ku bayangkan beliau tersenyum di alam sana, karena inilah yang selalu beliau perjuangkan. Bangsa Indonesia dalam kedamaian dan kasih sayang. Kubacakan surat yassin dengan berlinang airmata, menyambung tangisan yang tak tertahankan sejak aku mendengar kepergian beliau.

Begitu banyak jasanya bagi negeri ini. Tidak bosan-bosannya beliau mengajarkan bangsa Indonesia, untuk membuang segala rasa benci dan meninggalkan kekerasan hanya karena perbedaan. Selamat jalan Pak, semoga segala jasa-jasamu, mengantarkanmu ke tempat terbaik di sisi Allah SWT....

Jakarta 2010



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]