Rabu, 06 Januari 2010

Broedel


Aku bikin roti ini hari Selasa lalu. Iseng aja pengen bikin something yang gampang dan cepat . Soalnya, sore-nya, aku harus siap-siap berangkat ke tahlilan Boss besar-ku. So, aku gak mau bikin yang lama dan bakalan bikin capek. Broedel ini sepertinya tepat. Aku dapat resepnya dari mba' Jane Sipasulta yang beliau posting di milis. Katanya, resep ini anti gagal. Mantapkan? apalagi bisa dibikin tanpa mikser juga, cukup diaduk doang. Kecuali pemalas seperti aku, ya diaduk pake mikser dengan speed rendah sebentaaaaaar banget. Sayangnya aku gak punya loyang tulban supaya lebih mirip sama buatan mba' Jane. Ada punya, tapi gak muat masuk oven mungilku...hiiiks... udah beberapa kali mau beli yang pas, lupa melulu. Mana susah lagi nyari loyang tulban yang mungil. Sempat kepikiran bikinnya ditunda dulu. Tapi yaah, udah telanjur pengen banget, ya udah deh, pake loyang loaf adza... ternyata, no problem tuh. Tetap bisa....aseeeeekkkk!!

Siang itu juga kebetulan si Dea yang lagi liburan di Jakarta, datang sama Bundanya, kak Ika dan sepupu mungilnya, Danish (anak adiknya kak Ika). Seperti biasa, si Dea semangat banget mau ikutan bikin kue, pokoknya berisik banget mau ikutan ngaduk. Ya udah, dia dapat tugas ngaduk bahan keringnya. Sisa adonan, aku kasih ke Dea dan Sepupunya buat masukkin ke cup-cup mungil. Wuiiihh...heboh bener. Maklum, sepupunya emang jarang ikutan bikin kue, sementara si Dea mau nunjukkin kalo dia udah sering bikin-bikin. Celotehannya yang rada show-off, bikin aku geli...hihihihi...

Setelah selesai dimasukkan ke loyang, tinggal tunggu 1/2 jam hingga adonannya naik. Waduuuh... bingung juga seberapa naiknya yang diminta di resep. Setelah 1/2 jam, langsung aja aku masukkin ke oven yang sudah dipanaskan dulu. Lumayan panik mikirin yang antri oven. Langsung aja aku masukkin ke kulkas adonan yang belum dipanggang, maksudnya untuk menghentikan proses fermentasi. Alhamdulillah, it works! setelah semuanya matang, aku bandingkan roti yang di diamkan 1/2 jam saja dengan yang "kebablasan" fermentasinya lebih dari itu. Ternyata, seratnya beda banget. Yang kelamaan, rotinya jadi lebih berrongga dan banyak lubang gede di sana sini. Sementara yang didiamkan pas 1/2 jam seratnya lebih halus, gak berrongga dan rada padat. Tapi, kalo untuk rasa, sama enaknya.

O ya, Brodel buatanku ini aku coba meletakkan topping kismis di lain-lain tempat. Pertama loyangnya aku taburi kismis dulu, baru aku tuang adonannya. Lalu ada juga topping yang aku tabur diatas adonan. Terakhir kismisnya aku campur dengan adonan. Semua cara hasilnya memuaskan koq. Kalo cantik apa tidaknya, tergantung bagian mana yang mau dipamerin *hihihihi*, baik bagian atas maupun bagian bawah, tetap menarik! apalagi, ditaburi gula halus...waaah... seperti salju. Kebetulan di rumah ada sisa gula donat... suka deh, gulanya gak menghilang setelah di ayak diatas roti. Sampe sore juga saljunya masih kelihatan. Hum...mesti beli lagi tu gula donat. Lumayan, buat stok kalo mau pake gula tabur.

Hum...rasanya? aku suka! gak terlalu manis. Memang lebih asik kalo dimakan bareng teh atau kopi, karena teksturnya yang padat. Buktinya, si Mas yang datang dikasih 3 iris Broedel sama yu' Yati buat nemenin kopi nya. Pas aku keluar, broedel untuknya udah abis. Di mobil dia cerita kalo dia suka banget dan kebetulan emang lagi lapar berat, tapi tengsin mau minta lagi sama yu' Yati...whoa ha ha haha...adaaa aja. Padahal, aku mikirnya si Mas gak bakalan suka soale dia suka eneg kalo makan makanan yang bau susu-nya kuat. Apalagi broedel ini pake susu bubuk yang jumlahnya lumayan mengagetkan dibanding roti jenis lainnya. Syukurlah susu di dalam adonan roti broedel sepertinya supaya lembut aja. Aroma susu-nya gak begitu kentara, hanya sayup-sayup aja terasa.

Dalam resepnya, mba' Jane nulis judulnya pake huruf gede semua supaya bisa dibedakan dengan broeder. Setelah nyobain, menurutku memang beda. Walaupun keduanya sama-sama antara roti dan cake. Berdasarkan teksturnya, kalo Broeder (Bruder), lebih mirip roti yang seperti cake. Sedangkan Broedel (Brudel), lebih mirip cake yang seperti roti. Bingung kan? hihihihi.... pokoknya bedaaaa aja!

Anyway, ini resepnya. Bagian yang berwarna kuning, adalah ukuran yang aku gunakan setelah aku timbang. Makasih udah sharing mba' Jane...mmmuaaahh...


BROEDEL
by. Jane Sipasulta

Bahan :
5 1/2 gls terigu (670 gr)
5 btr telur
1 1/2 gls gula pasir (270 gr)
1 gls susu bubuk (100 gr)
100 gr margarine
2 gls air hangat (420 ml)
1 bks fermipan (instant yeast)

Caranya :
  • Campur bahan kering (terigu, gula, susu, ragi ) jadi satu.
  • Tambahkan margarine, setelah itu masukkan telur. Kalo males ngaduk, bisa pake mixer dengan kecepatan sedang. (aku mikser aja bentar koq).
  • Tambahkan air sedikit-sedikit, aduk rata.
  • Tuang ke loyang yang sudah diplesi mentega dan ditaburi terigu. (catatan: adonan ini bakal ngembang, jadi masukkan setengah loyang aja, kalo gak, bisa luber kemana-mana).
  • Diamkan kurang lebih setengah jam sampai adonan naik.
  • Panggang di oven sampai matang.
  • Setelah matang, keluarkan dari oven. Langsung oleskan margarine ke permukaan kue yang masih panas.

Gelas yang di pale gelas belimbing ato yang standar aja. Kalo mau pake cup/cangkir juga okeh aja...asal sama belas/cup/cangkirnya. Jangan ngurkur terigu pake cangkir ini, trus ngukur gula pake cangkir yang lain. Jadi praktis kan? gak usah repot konversi ke gram.

Resep ini termasuk anti gagal lho, sangat mudah untuk dimodif macam-macam. Adonan bisa ditambahin keju, kenari, kismis, sukade, dl...tapi plain begitu juga enak.

Trus kalo bosen dimakan begitu aja, bisa dioles, margarine, ditaburi meises, keju, dll...kaya' roti tawar gitu deh.



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]