Selasa, 03 November 2009

Lapis Legit Keju


Sudah beberapa hari ini aku marathon ngabisin bahan-bahan yang ada di kulkas. Udah nahan-nahan supaya gak jalan ke supermarket ataupun ke toko bahan kue. Pokoknya semua harus habis deh. Sayang banget kalo pada akhirnya dibuang karena udah keburu expired. Nah, kemaren, targetku mau ngabisin parmesan yang dibeli 1 kg lebaran lalu. Waktu itu asli belinya cuma karena terbawa suasana aja *cieeee*, ngeliat ibu-ibu borong parmesan...eh, aku ikut-ikutan juga. Rencananya bisa dibikin kastengel, tapi aku juga beli edam 1 kg, gak heran kalo kejunya gak ke pake. Pas balik lagi ke Jakarta, kejunya aku bawa balik lagi aja. Tu keju udah bolak-balik aja kerjaannya..hihihihi..

Sempat nanya teman-teman di facebook, enaknya dibikin apa. Dibikin kastengel, aku bener-bener lagi malas nyetak, trus kalo dipake buat pizza, cuma taburan doang. Trus pas lagi beres-beres kotak ajaib yang berisi bahan-bahan kue, ketemu bumbu spekoek. Hummm...dibikin lapis legit keju, enak kali ya. Lagian aku kepengen banget praktek bikin lapis legit yang 100% made by me. Kebayang deh lapisan-lapisannya ditaburi keju. Pasti bisa habis banyak...eeehhh...gak taunya, cuma abis 50 gr dari 1 kg yang mesti dihabiskan...whoaaaaaaa.... capek deeeehh!!!

Anyhow, tapi syukurlah, hasilnya memuaskan...*ehem*... gak kalah sama yang dijual di salah satu bakery dari Jepang yang di plaza senayan. Malah kalo menurutku yang ini lebih enak dan lembut. Kalo yang di bakery itu, gak berasa kayak lapis legit, tapi kayak kue yang dilapis-lapis aja. Mana mahalnya... hampir setengah juta buat satu loyang kecil...hihihihi... so, ayo deh belajar bikin lapis legit. Itung-itung melestarikan tradisi. Soale kue ini rasanya 100% Indonesia banget deh dan memang punya Indonesia. Di Malaysia ada lapis Sarawak, tapi menurutku rasanya beda sekali (sorry, tapi kalah jauuuuhhh). Temanku kuliah dulu si Corey, yang anak Amrik asli, suka banget sama lapis legit ini. Tiap aku pulang, pasti minta dibawain. Padahal, aku ngasih yang murah aja beli di supermarket...hehehehe.. hebatkan kue Indonesia?

Bikinnya emang kelihatan sulit, apalagi pertama bikin. Tapi lama-lama gak susah-susah amat koq. Seperti aku, pertama kali bikin, butuh waktu seharian, tapi kemarin kali ke 3-nya aku bikin, dalam waktu 4 jam aja udah beres. Practice makes perfect kayaknya. Yaaah...walaupun ada 3 lapis yang gosong, gara-gara ditinggal BBM-an sama si Mas...hehehe... Yang terpenting mungkin harus kenal sama ovennya. Menurutku, oven listrik Phillips ku yang mungil lebih mendingan buat bikin lapis legit dari pada oven listrik Kirin yang aku beli buat di rumah Jambi. Kalo dibeberapa resep ada yang bilang beberapa lapisan pertama pake api bawah, kalo aku cukup pake api atas aja dari bawah hingga selesai.

Aku kemarin banyak kebantu sama kaca oven, bisa dipelototin udah kuning apa belum. Tapi memang sepertinya kuncinya jangan di tinggal, tiap lapisnya cuma butuh waktu 3 menitan aja. Beda dengan oven di Jambi yang butuh wakktu sampe 7 menitan. So, tergantung ovennya juga deh. Waktu pertama belajar bikin lapis legit sama Yu' Yeni, dia pake oven Bima yang bulat itu lho, tinggal dicolokin aja. Kelebihannya, gak perlu ngeluarin loyang buat ngelapis karena bisa dibuka dari atas. O ya, kalo pake oven listrik, karena apinya cuma ada atas bawah dan yang dipake cuma api atas aja, ketika sudah selesai, pinggir kue masih terasa basah. So, caranya, ganti apinya ke api atas-bawah dengan panas rendah. Biarkan beberapa menit di oven. Taraaaaaa....matang sempurna deh.

Untuk resepnya, aku pake resep punya Bibi Jun yang aku modifikasi sedikit supaya lebih asoy aja. Aku udah pas sama resepnya si Bibi, jadi kalaupun aku bikin macam-macam lapis legit, base-nya udah pasti resep beliau. Di resep ini aku pake keju parmesan yang diparut pendek-pendek halus, maksudnya supaya tiap lapisannya kelihatan dan gak keganggu sama keju yang melintang kemana-mana. Sayangkan, kalo lapis legitnya lembut tapi kegigit kerasnya keju. Waktu aku bikin, masih ada beberapa sisa adonan, aku panggang dengan taburan keju cheddar biasa, rasanya beda tapi tetap enak koq. Jadi kejunya terserah suka yang mana, gak semua orang juga sih suka parmesan yang memang ada after taste-nya.

Well...ini resepnya...



LAPIS LEGIT KEJU
By. Bibi Jun
Modified by. Camelia


Bahan :

30 btr kuning telur
450 gr gula pasir
200 gr butter
350 gr margarine
2 sdm susu bubuk full cream
175 gr tepung terigu (tadi lupa nulis, makasih udah diingati mba' Arni di fb..hihihi)
2 sdt bumbu spekoek
50 gr keju parmesan/cheddar/edam---> (aku pake parmesan), parut halus


Caranya :
  • Campur tepung dengan bumbu spekoek, sisihkan.
  • Kocok mentega, butter dan susu bubuk hingga putih. Sisihkan.
  • Dalam wadah terpisah, kocok kuning telur dan gula pasir hingga putihh. Lalu masukkan campuran mentega tadi, mikser dengan speed rendah hingga rata.
  • Tambahkan campuran tepung sedikit demi sedikit, kocok dengan speed rendah hingga tercampur rata. Aduk lagi dengan sendok kayu agar benar-benar rata.
  • Adonan siap untuk dilapis.
  • Masukkan 2 sendok sayur kecil adonan ke loyang, panggang dengan api atas hingga kekuningan. Lakukan ini hingga 2 lapis.
  • Untuk lapisan ketiga, taburi dengan keju parut hingga rata. Panggang hingga kekuningan. Selang-seling antara lapisan polos dengan lapisan yang ditaburi keju.
PS : Sebelum di potong, tunggu hingga kue-nya benar-benar dingin ya. Supaya potongannya cantik ;-)



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]