Rabu, 28 Oktober 2009

Cireng Isi Tuna Pedas


Telat banget deh baru bikin cireng sekarang, masa kejayaannya udah mulai berlalu...hihihihi... Cireng = Aci di goreng (according to iparku kak Ika), beberapa tahun lalu sempat bikin heboh Bandung kayaknya. Makanan di Bandung itu emang kreatif deh, semuanya pake nama unik, dan terkadang namanya beda tapi makanannya sama aja. Aku pertama kali nyobain cireng, ya di bawain sama sepupuku si Tona. Dia kalo ke Jakarta suka nanya mau dibawain apa, dan aku suka pesen yang standar aja seperti molen, banana roll, nougat cake bawean dan brownis kukus. Kecuali ada info dari milis, baru deh si Tona tak suruh bawa, seperti cireng yang isinya funky.

Waktu pertama nyobain cireng, rasanya familiar banget. Yep, mirip sama pempek yang suka aku beli jaman SD dulu di kantin sekolah....hahahahaha.... ya wajarlah, kalo buat anak SD yang dijual pempek dari sagu doang, tanpa ikan sama sekali. Lha, harganya aja cuma Rp. 25.-/pcs ...hihihihi... Tapi waktu itu rasanya enak-enak aja, malah bisa habis uang jajan sehari... dulu uang jajan SD ku cukup Rp. 250/hari, jumlah yang hampir gak ada harganya sekarang, tapi masa itu, uang jajanku termasuk tinggi lho, rata-rata temanku jajannya Rp. 100/hari. Dengan uang segitu, udah puas deh jajan seharian...ehem...

Cireng, siap buat di goreng...

So, jelas aja tiap kali Tona bawa cireng sambutannya selalu hangat. Apalagi ada isinya yang macam-macam, ada isi baso, sosis, ayam, tuna dan daging. Apapun isi-nya, rasanya hampir mirip, yang nendang ya bumbunya puedeeeeessss!!! pas banget di padukan sama kulitnya yang kenyal-kenyal asik *apaaa cobaaa...*.

Udah lama juga mau nyobain bikin sendiri, tapi gak jadi-jadi. Kalo akhirnya hari ini jadi bikin cireng, ya kebetulan aja. Rencananya emang mau bikin something deh hari ini tapi belum tau mau bikin apa. Sempat mau ke supermarket, tapi rada malas juga. Pas aku buka kotak ajaib (actually ini container plastik gede yang di pake yu Yati nyimpan bahan kue ku yang seabrek-abrek..hehehe) ternyata masih ada sisa sagu tani dan sekaleng tuna. Yo wis lah, di bikin cireng aja, dari pada ke supermarket beli-beli lagi, yang ada dulu di abisin...

Ternyata, bikinnya tidak semudah yang aku bayangkan dan gak sesulit yang aku duga *halaaaahh...!* Semula sempat desperate juga, tapi Alhamdulillah, ternyata jadi juga. Maklum, resepnya kira-kira aja. Sempat mau tak buang aja, tapi rasanya sayang banget. Yu Yati jadi supporter supaya diterusin sambil jadi tukan ngelap keringat selama proses gilas menggilas...hahaha... Syukurlah gak jadi dibuang, pembuatan cireng ini ternyata fleksibel banget, kalo terlalu keras, tinggal tambahkan air, kalo lembek, biarin aja diangin-anginkan, nanti mengering sendiri. Yang sulit ya mencetak, susye banget karena adonannya rada lengket. Udah nyoba pake gilingan mie supaya tipis, tapi tetap gak berhasil.

Akhirnya dikerjakan manual aja. Tricks nya, pake 2 buah plastik, taburi dengan sagu banyak-banyak, letakkan adonan di tengahnya, gilas lalu cetak dengan cookie cutter. Ngelepasinnya hati-hati biar gak patah. Tangan harus selalu terc-cover sagu biar gak lengket. Setelah jadi, cirengnya segera dibedakin dengan sagu juga.Susah deh ngejelasin gimana tekstur adonan yang udah pas buat di cetak, aku sendiri awalnya jelek banget bentuknya, tapi lama-lama lumayan juga. Untuk gambaran, adonan yang telah digilas dan dicetak, tidak menempel kembali. Naaah...baru deh pas.

Tadi sambil bikin sambil dicatat. Resepku ini bisa jadi agak aneh, but it works for me. Pokoknya cari aja deh metode yang pas buat bikin cirengnya. Kemungkinan gagalnya kecil koq, karena selalu bisa diperbaiki. Ini aku resep yang aku pake tadi ya...


CIRENG ISI TUNA PEDAS
by. Camelia

Bahan isi :

1 kaleng (130 gr) daging tuna (aku beli yang chunks, trus dipisah pake garpu aja bukan yang flakes, tergantung deh suka yang mana)

Giling halus :
2 btr bawang putih
6 btr btr bawang merah
3 - 5 bh cabe rawit (tergantung pedas yang diinginkan, kalo aku, makin pedas makin asiiiik...)
5 bh cabe merah
garam secukupnya
minyak sayur untuk menumis

Caranya : tumis bumbu halus dengan minyak hingga wangi, masukkan tuna aduk rata, cicipi asinnya (kalau mau manis, tambah 1 sdm kecap manis). Angkat dan sisihkan.

Cireng :

350 gr sagu tani
1 sendok teh garam halus
250-300 ml air panas (sesuaikan dengan kebutuhan)
3 sdm minyak sayur
1 sdm margarine
1 btr telur, kocok lepas untuk olesan

Caranya :
  • Campur sagu dengan garam, aduk rata, sisihkan.
  • Masukan minyak kedalam air panas, aduk rata. Tuang ke campuran sagu berlahan-lahan sambil diuleni (aku pake tangan aja, udah dicoba pake sendok kayu, not working).
  • Terakhir masukkan margarin, terus uleni hingga rata dan warna kuning margarine hilang.
  • Gunakan 2 buah plastik, taburi dengan sagu (penting ya, kalo gak pake, lengket dan gak mau dilepas), letakkan adonan ditengahnya. Gilas dengan roller hingga lumayan tipis lk. 3-5 mm. Cetak dengan cookie cutter besar.
  • Ambil 1 buah kulit cireng, beri isi ditengahnya, olesi pinggirnya dengan telur, tutup dengan satu kulit lagi. tekan-tekan pinggirnya agar menyatu.
  • Goreng dengan minyak goreng yang banyak, gunakan panas sedang agar cireng matang hingga kedalamnya. Enjoy.



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]