Kamis, 25 Mei 2017

SUP MERAH



Bismillahirrohmanirrohim

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Duluuu banget saya sudah pernah posting tentang sup merah ya, kali ini diposting lagi gak apa-apa kan. Resepnya beda dikiit kok hihihi. Sup merah memang sering dijadikan menu spesial di acara-acara spesial pula ya. Ada banyak versi dari sup merah, ada yang warnanya benar-benar merah, ada yang orange, ada yang kuahnya kental dan encer, rasanya juga beragam, yang pasti ada rasa asam dan manisnya. Untuk isiannya sangat bervariasi, yang biasanya saya jumpai memakai wortel, printil ayam, sosis dan juga cakwe. Ada juga yang menambahkan kacang polong atau kol. Yaaa seperti membuat sup biasa ya, isiannya disesuaikan saja dengan selera.

Sop merah yang saya buat kali ini isiannya wortel, sosis, kacang polong, kekian udang dan printil ayam. Harusnya pakai juga cakwe udang ya biar tambah spesial, tapi saya mah males bikinnya. Jurus instannya keluar deh, saya beli cakwe trus digunting-gunting sendiri hahahaha. Kalau mau spesial bisa juga dikasih taburan kripik kentang atau bahkan sus kering. Duuuh "kemecer" sendiri euy ini saya nulisnya, maklum bikin sup merahnya udah lama, sekarang mah tingal foto doang. 

Saya suka sup merah yang tidak terlalu kental, dinikmati hangat-hangat...masya Allah nikmatnyaaa. Jadi untuk kekentalannya silahkan disesuaikan aja dengan selera masing-masing ya. Ntar waktu nuang larutan maizena, dikit-dikit dulu yaaa. Tanpa dikentalkan menurut saya juga tetap enak kok




SUP MERAH

Bahan :
3 siung bawang putih, memarkan
1/2 butir bawang bombay, iris memanjang
1 sdm bawang merah goreng
1500 ml air kaldu
2 wortel iris memanjang
1 kaleng kecil sosis, iris memanjang
3 sdm kacang polong
1 kekian udang, potong-potong
Printil ayam (bola-bola ayam)
1 butir pala, parut
1 ikat kecil seledri
1 kaleng kecil pasta tomat (saya pakai Del Monte)
3-4 sdm saus tomat
Garam, gula pasir dan merica secukupnya
1 sdt maizena, larutkan dengan sedikit air

Cara Membuat :
1. Tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum dan layu. Sisihkan.
2. Didihkan air kaldu, masukkan tumisan bawang dan bawang merah goreng.
3. Masukkan parutan pala, garam, gula pasir dan merica. Aduk rata
4. Masukkan pasta tomat, saus tomat, seledri (diikat ya) dan wortel. Masak hingga wortel 1/2 lunak.
5. Masukkan kacang polong, sosis, printil ayam dan kekian. Test rasa hingga sesuai selera.
6. Masukkan larutan maizena sedikit demi sedikit hingga kekentalan yang diinginkan. Didihkan lagi.
7. Matikan api, sajikan hangat.

PRINTIL AYAM

Bahan :
400 gr fillet dada ayam
100 gr udang kupas
2 siung bawang putih
1 sdt bawang merah goreng
1 putih telur
Garam secukupnya

Cara Membuat :
1. Campur dan haluskan semua bahan, bulatkan kecil-kecil. Test rasa dengan cara merebus sedikit adonan ya.
2. Buat bulatan hingga habis dan rebus hingga matang.

Saat membuat sup merah, penggunaan pala jangan diskip ya, karena memang pala yang bikin enak dan aromanya khas. Dulu saya pernah niat bikin sup masak, udah siap semua bahan dipotong-potong, eeeh ternyata gak punya pala. Dibelain deh keluar dulu beli pala hahaha.

Sup merah ini bisa jadi hidangan buka puasa yang spesial atau bisa juga disajikan sebagai alternatif menu saat Lebaran nanti. Smoga sesuai dengan selera keluarga ya.



Selamat mencoba...semoga bermanfaat ^^



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]