Selasa, 16 Mei 2017

CURRY KATSU



Bismillahirrohmanirrohim

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Akhir bulan April kemarin akhirnya saya kesampaian menikmati makan siang di Food Coma Surabaya. Food Coma adalah salah satu food court yang lagi happenin' banget di Surabaya. Selain punya beragam menu yang  asyik dan unik, tempatnya juga cozy dan cantik. Kalau bahasa kerennya sekarang sih, tempatnya instagramable hihihi. Sejak tahun baru kemarin sebenarnya pengen nyobain, tapi yang dulu batal karena hujan mulu heuuuu, Alhamdulillah kesampaian akhir bulan lalu.

Salah 1 menu yang kami pesan di Food Coma adalah curry katsu. Sebenarnya itu adalah menu pilihan suami untuk saya, eeeh tapi ternyata saya cuma ngicip dikit aja karena ludes dimakan anak-anak hahaha. Curry katsu-nya enak, rasa karinya cukup nendang, disajikan di bowl dengan nasi yang cukup pulen. Ini diaaa curry katsu ala Food Coma



Curry Katsu (22k)
Food Coma
Jln. Ngagel Jaya Utara 46 Surabaya

Nah beberapa hari yang lalu, kakak Nai request minta buatin curry katsu. Hmmmm....bundanya mikir dulu nih, bisa gak ya bikinnya secara saya gak punya bumbu kari Jepang, yang ada di rumah cuma bubuk kari biasa. Tapi demi anak, apalagi kakak Nai kan sekarang lagi Unas, yaaa diturutin aja. Coba-coba bikin sendiri deh dan Alhamdulillah jadi hihihi. Untung aja ya sempat nyobain dikit curry katsu-nya dan masih ingat gimana rasanya. Trus gimana rasanya curry katsu ala bunda? Jujur belum mirip dengan yang versi Food Coma, mungkin ya memang dari bumbu karinya ya. Walaupun belum mirip, Alhamdulillah ludes kok sama anak-anak, enak juga kata mereka. Weeew...bundanya ayem deh kalau gitu. Curry katsu versi saya, ditambahin juga sama wortel dan kacang polong, maksudnya sih biar lebih bervariasi aja, silahkan kalau mau diskip ya. Saya juga bikin curry sauce-nya lebih encer, kekentalannya bisa disesuaikan dengan selera ya.




CURRY KATSU

Bahan Katsu :
300 gr fillet dada ayam, iris tipis melebar
1 sdt bawang putih bbuk atau 3 siung bawang putih yang dihaluskan
1 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
Tepung panir secukupnya

Bahan Pelapis :
2 sdm tepung terigu
3 sdm tepung sagu
1 sdm maizena
1 sdt merica bubuk
----> aduk rata

Bahan Pencelup :
2 telur kocok lepas

Cara Membuat :
1. Pukul-pukul perlahan fillet ayam, lumuri dengan bawang putih, garam dan merica. Aduk rata sambil diremas-remas dan simpan di kulkas 30 menit.
2. Lumuri fillet dengan bahan pelapis, celupkan ke kocokan telur lalu gulingkan di tepung panir hingga rata. Simpan di kulkas 30 menit agar panir menempel
3. Panaskan minyak yang cukup banyak , goreng dengan api sedang hingga matang dan berwarna kecoklatan.

Bahan Curry Sauce :
1/2 butir bawang bombay, iris memanjang
2 siung bawang putih, memarkan
1 buah wortel potong dadu
2 sdm kacang polong beku
1,5 sdm bubuk kari
2 cup air kaldu
1 sdm kecap asin
Garam dn gula pasir secukupnya
1 sdm maizena, larutkan dengan sedikit air, aduk rata
2 sdm minyak goreng

Cara Membuat :
1. Panaskan minyak, tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum dan layu.
2. Masukkan wortel dan kacang polong, aduk hingga rata.
3. Masukkan kecap asin, garam, gula pasir, air kaldu dan bubuk kari. Masak hingga mendidih dan test rasa hingga sesuai selera.
4. Tuang larutan maizena hngga kekentalan yang diinginkan. Masak hingga mendidih kembali.
5. Matikan api dan siap disajikan dengan katsu.

Notes :
Saat menggoreng katsu, gunakan api sedang cenderung kecil ya agar bisa matang sempurna. Kalau api terlalu besar, nanti bagian luarnya sudah gosong tapi dalamnya masih belum matang ^^



Happy cooking...semoga bermanfaat ya ^^



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]