Selasa, 08 September 2015

KUE GANDASTURI, ( salero-bundo )

Kue gandasturi merupakan sejenis kue gorengan tradisional yang masih banyak ditemukan dijual di pasar-pasar tradisional.

Kue gandasturi dibuat dengan bahan isi berupa kacang hijau dan dicelupkan dalam adonan tepung beras kemudian digoreng. Kue gandasturi ini cocok dijadikan kudapan santai di sore hari atau bisa juga sebagai santapan ringan di berbagai acara keluarga.

KUE GANDASTURI
BAHAN 1 :
250 gr kacang hijau
125 gr gula pasir
2 lembar daun pandan
1/2 sdt vanili
1 sdt garam
750 ml air

BAHAN 2 :
100 gr tepung beras
80 ml air
1 sdm gula pasir
1 sdt garam
1 butir telur

BAHAN 3 (OPSIONAL) :
Dapat divariasi dengan keju, cokelat putih, dan cokelat hitam untuk bahan taburan

Minyak goreng untuk menggoreng

CARA MEMBUAT :
1. Rebus semua Bahan 1, kecuali gula pasir dan vanili, masak hingga empuk dan air berkurang, masukkan gula dan vanili, aduk rata. Kemudian bulatkan sebesar duku dan pipihkan.
2. Aduk bahan 2 hingga rata dan halus.
3. Celupkan bahan 1 ke dalam bahan 2, kemudian goreng dengan minyak panas hingga kekuningan, angkat, tiriskan.
4. Sajikan hangat.

Untuk : 15 buah



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]