Kamis, 05 Februari 2015

Caramel Nougat Brownies



Well...well...welll... sepinyooooo...

Ok, kali ini gak ada alasan kenapa gak ngeblog setelah sekian lama....hellooooo... Ava, my princess, udah hampir 2 tahun, jadi pake alasan anak gak pas juga..hehehehe... sebenarnya ada beberapa kali baking. Ntah kenapa malas banget nge-blog. Memang sejak banyak sekali pilihan social media untuk berbagi dengan teman-teman, nge-blog jadi aktifitas yang lumayan bikin malas. Mesti foto cantik, buka laptop, ngetik dan lainnya. Sementara kalo lewat sos-med, tinggal foto, upload dan done!

Tapi jauh dihati kecilku *ciee..ciee* sesekali ada juga fikiran "blogku apa kabarnya ya?" atau "duh, resep ini harus di tulis di blog deh!"... tapiiiii...ya ituuuu cuma kepikiran doank! beberapa kali memaksakan diri untuk baking dan foto, eeeh...males nulisnya. Gagal deh. Tapi sepertinya hal ini tidak hanya terjadi pada diriku seorang. Ada beberapa teman nge-blog dulu yang juga sudah angkat tangan sama blognya. Memang kalau di Facebook, Instagram dan Path lebih interaktif. Tapi memang hanya nge-blog yang bisa mengungkapkan isi hati yang paling dalam...*uhuk uhuk*..


Anyway...
Kemarin si Mas (sekarang panggilannya Ayah Ava, soalnya kita sempat kaget Ava sempat ikutan manggil "mas"..hehehehe) pergi seharian. Plus yu' Yati yang bertugas menemani Ava juga izin mau jenguk sodaranya yang sakit, jadilah Mama sama Ava dirumah main berdua. Pas tengah hari Ava udah keliatan bosen, Mama pun bosen dimintain Ava ganti lagu terus di tabnya. Jadi Mama ajak aja Ava bikin kue di dapur. Seperti biasa, Ava bentar doank trus lebih suka main sama papercup dan cupcases dan bikin dapur berantakan. Tinggal Mamanya yang menyelesaikan urusan baking. Kenapa brownies? well.. Aku masih bingung handmixerku dimana, apa aku salah taruh atau emang aku kasihkan orang. Sementara mau pake mixer gede, males banget rasanya. Lagian prinsipku, kalau terkena baking blues, mulailah dengan brownies...mudah, tingkat keberhasilannya tinggi, bikin hepi...hehehehe


Varian brownies ini sudah lama aku rencanakan. Aku memang kepengen banget makan brownies yang fudgie dan ada caramelnya. Kebayang deh brownies nyoklat dengan melted brownies di dalamnya. Jadi waktu ke supermarket beberapa waktu lalu, aku udah mulai beli beberapa coklat yang ditengahnya ada caramelnya. Untuk memperkaya rasa dan teksturnya, aku tambahkan juga beberapa coklat nougat kacang.


Hasilnya, brownies yang fudgy dan karamelnya terasa melimpah. Rasa coklat yang dominan ditambah karamel, seperti coklat toffee yang lumer di mulut. Kali ini lumayan puas banget dengan browniesnya karena sesuai dengan bayangan yang ada dikepalaku. Hum...jadi gak sabar pengen nyoba dengan jenis coklat lainnya. Tadi pas lagi jalan dengan temanku Ina dan Christine, dapat ide dari Christine untuk bikin brownies dengan potongan coklat mede didalamnya...huuummm.... next time wajib coba juga tuh!

Eeeiiittsss....maaf banget fotonya standard abis. Soalnya cuma difoto pake iphone doank. Abisnya udah lama gak pake kamera, ntah kenapa kemaren jadinya malah lebih parah. Lupa banget gimana caranya biar oke. Mesti belajar lagi kayaknya...hiks! so...dari pada posting gak ada foto, ala kadarnya aja yaaa....




Caramel Nougat Brownies
Camelia


Bahan :
100 gr Mentega
150 gr Dark cooking chocolate
75 gr Gula kastor
2 btr Telur, kocok lepas
100 gr Terigu
Coklat karamel kacang, coklat karamel, jumlah sesuai selera, potong-potong yang ukurannya besar.

Caranya :

  • Cairkan mentega dan coklat (aku biasa pakai cara au bain marie). Angkat dari api, aduk rata hingga suhunya turun.
  •  Masukkan gula kastor, aduk dengan whisk hingga rata.
  • Tambahkan telur, aduk rata
  • Tambahkan terigu, aduk rata
  • Tuang separuh adonan kedalam loyang 20x20.
  • Susun coklat karamel diatasnya
  • Tutup dengan sisa adonan
  • Panggang di oven lk. 20 menit 
  • Dinginkan sebelum dipotong.

*** E N J O Y ***




Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]