Sabtu, 22 Februari 2014

Penyebab "Catalytic Converter" Mampat


Salah satu penyakit utama konverter katalisis atau catalytic converter (CC) yang sangat berpengaruh terhadap kinerja mesin adalah ketika katalisator yang berfungsi sebagai saringan itu meleleh dan mampat. Kalau mampat, gas buang mesin tidak bisa mengalir dengan lancar sehingga terjadi tekanan balik. Akibat selanjutnya, tenaga yang dihasilkan mesin jadi payah alias loyo. Kondisi seperti ini menyebabkan pengemudi makin sering menekan pedal gas lebih dalam. Hasilnya, konsumsi bahan bakar jadi boros!
Pemeliharaan
Pada tahap pertama ketika CC digunakan pada mesin diesel di Indonesia (2007-2008), pengemudi sering mengeluh karena, pada jarak tertentu, tenaga yang dihasilkan mesin payah. Para teknisi APM umumnya mengusulkan, untuk mengatasinya, kendaraan harus dikebut sampai putaran maksimal sejauh 1 km untuk mendorong kotoran di CC. Di lain hal, mereka tidak menganalisis faktor penyebab sesungguhnya, misalnya, kualitas bahan bakar, setelan, dan kondisi komponen mesin.
Berbagai kasus di dunia, termasuk analisis perusahaan produsennya, menunjukkan bahwa CCmampat karena mesin bekerja dengan campuran bahan bakar terlalu kaya. Akibatnya, banyak hidrokarbon (HC) atau bahan bakar yang belum terbakar berada di katalisator. Pada kondisi seperti ini, suhu katalisator semakin tinggi. Bila terus berlanjut, maka katalisator terbakar dan meleleh. Lelehan tersebut menyumbat lubang-lubang kecil katalisator yang berfungsi sebagai saringan.
Campuran bahan bakar terlalu kaya bisa pula terjadi karena persoalan pada injektor, atau pada sensor oksigen, atau juga karena salah pengapian (khusus mesin bensin). Sensor oksigen sangat berperan dalam hal ini. Pasalnya, sensor ini selalu memantau komposisi oksigen yang dihasilkan gas buang (untuk menentukan komposisi campuran), kemudian dikirim ke komputer mesin. Selanjutnya, komputer mesin mengatur, apakah harus mengurangi takaran jumlah bahan bakar yang disemprotkan atau menambahnya (didasarkan pada lama injektor membuka). Karena itulah, penting untuk menjaga dan memeriksa kondisi sensor ini.  
Sebenarnya, persoalan CC tersumbat agak jarang saat ini karena bensin yang digunakan tidak lagi mengandung timah hitam atau timbal (Pb). Kalaupun ada, jumlahnya sudah sangat sedikit. Kemungkinan lain, zat itu masuk karena bahan lain, misalnya aditif bahan bakar. Karena itulah, jangan menggunakan sembarang aditif.
Kemungkinan lainKerusakan lain CC antara lain karena rumahnya retak (kena batu), pemasangan baut kurang baik, atau bahan rumahnya berkualitas rendah (retak dan berubah bentuk ketika panas tinggi). Kondisi komponen mesin yang bisa merusak CC antara lain ring piston aus (oli mengalir ke ruang bakar) dan hasil semprotan injektor yang kurang bagus (tekanan yang rendah pada injektor atau dari pompa bahan bakar).
Elektroda busi yang kotor atau sudah terkikis juga menyebabkan pembakaran tidak optimal, atau menyisakan HC yang lebih banyak. Kemungkinan lain, katup exhaust gas recirculation (EGR) tidak bekerja dengan baik, atau sil katup mesin, gasket kepala silinder, dan saluran isap rusak.

Kepala silinder yang melengkung dengan indikasi paling umum, masih mudah “deman” aliasoverheat, juga menyebabkan CC tidak bisa bekerja efektif. Bahkan, kemudian, jika mekanik menggunakan lem atau sil berbahan teflon dan silikon saat membuka mesin dan memasangnya kembali (bila dibongkar), maka hal itu akan memunculkan teror baru, tidak hanya bagi CC, tetapi juga sensor oksigen!  



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]