Sabtu, 12 November 2011

Condensed Milk Biscuits

Dulu, waktu aku beres-beres kamar almarhum bang Sadat di rumah Jakarta, aku ketemu majalah keluaran Australia (aku lupa namanya). Didalamnya ada beberapa resep yang mudah untuk dibuat, salah satunya biskuit dari susu kental manis ini. Aku langsung ajak Ibuku buat nyobain resep kuenya, padahal aku masih ogah banget berurusan sama dapur, mau masak kek, bikin kue kek, pokoknya ogah. Kursi roda Ibu, aku dekatkan ke meja makan. Yep, waktu itu aku menemani Ibu mengikuti terapinya di Jakarta. Suka deh kita cari kegiatan buat berdua. Mulai dari shopping, nonton dvd sampe bikin kue. Sambil senyam-senyum Ibu ngasih tau ini-itu buat bikin kue. Sementara aku jadi tukang bikinnya. Aku ingat waktu itu aku juga senang banget karena Ibu sudah bisa senyum dan ngobrol lagi sejak ditinggal bang Sadat. Humm...udah lama memang, tapi rasanya baru kemarin dengar suara Ibu ngasih tau kalo baskomku gak boleh basah...hiks! kangeeeennn! Alfatihah buat Ibuku ya...

Setelah matang, wuiiihhh....kuenya maniiiis banget!! Ibuku cuma aku kasih satu aja (Ibu terkena stroke karena diabetes, jadi gak berani ngasih banyak). Itupun gak habis, kemanisan euy!. Kata Ibuku, memang harus sering nyoba sampai ketemu rasa yang pas. Walaupun kuenya kemanisan, ludes juga dimakan keponakan kecilku yang datang liburan sambil menjenguk Ibu. Resepnya aku salin di buku resepku. Tapi setelah itu, aku gak pernah nyoba bikin lagi. Beda banget sama French macaroon yang pertama kali bikin juga ditemani Ibu, sampe sekarang masih dicoba terus, walaupun hasilnya gagal terus...whoa ha ha..hahahaha...

Anyway, tadi sore aku iseng bikin kue ini lagi. Rasanya aku mulai dilanda baking blues nih. Malaaaasss banget bikin-bikin. Bisa jadi juga karena cuaca mendung terus, bawaannya pengen bobo' aja...hehehehe...*dasar*. Bahan-bahannya senderhana banget, sering ada di dapur koq. Cukup mentega, gula, tepung, susu kental manis dan baking soda. Sukaaaa banget sama resep yang bahannya bisa di beli di warung...hihihihi... Peranan telur di dalam kue ini sudah diganti dengan susu. Kayaknya cookies ini pas buat cemilan anak-anak yang alergi telur. Tapi tentu saja tetap gak pas buat anak-anak yang alergi susu.

Saat dipanggang, kuenya akan mengembang, tapi gak akan melebar seperti bikin choco chips cookies. Bagian atasnya akan keluar retak-retak cantik. Untuk varian, kali ini sebagian adonan aku tambahkan permen coklat yang mini. It works! jadi ada rasa coklat crunchy saat di gigit. Jumlah gulanya pun aku kurangi hingga separuhnya. Rasanya udah pas, gak terlalu manis gila-gilaan, tetap terasa milky dari susunya. Tapi kalo masih ragu sama jumlah gulanya, silahkan dicicipi aja adonannya sebelum menambahkan gula, kan bebas telur mentah...hehehehe...Setelah matang, kue akan terasa lembut banget, biarkan aja di loyangnya selama beberapa menit supaya bisa diangkat dan gak patah, baru setelah itu baru di pindahkan ke rak kawat.

Yang terpenting, saat memanggang, jangan terlalu lama. Jangan tergoda untuk menambah waktu pemanggangan karena memang cookies ini terasa lembut saat keluar dari oven, tapi setelah dingin, akan mengeras sendiri. Kalau bagian bawahnya terlihat kuning keemasan, angkat. Saat di makan, bagian luarnya akan terasa crunchy, tapi bagian dalamnya, lembut dan chewy.

So, met nyobain ya, ini resepnya yang aku terjemahkan ala kadarnya...




CONDENSED MILK BISCUITS

Bahan :
250 gr mentega
1 cup gula kastor (aku cuma pakai 1/2 cup)
3 cup tepung terigu (aku pake terigu protein rendah 3 1/2 cup)
200 ml susu kental manis putih
2 sdt baking powder

Caranya :

  • Campur tepung dengan baking powder, ayak, sisihkan.
  • Mikser mentega dengan gula hingga pucat dan ringan dalam wadah besar.
  • Masukkan susu kental manis, kocok rata.
  • Tambahkan campuran tepung, aduk dengan spatula hingga rata.
  • Bulat-bulatkan adonan (sekitar 1 sdm), letakkan dalam loyang yang telah dialas kertas baking. Beri jarak.
  • Panggang dalam oven suhu sekitar 180 C selama lebih kurang 10 menit atau hingga kuning keemasan. Keluarkan.
  • Biarkan dalam loyang selama 5 menit, lalu pindahkan ke rak kawat hingga dingin. Simpan dalam wadah kedap udara.



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]