Rabu, 10 Agustus 2011

Lapis Prunes

Kalo makan kue lapis, memang enaknya kalo pas lebaran ya. Kalo hari biasa pengen lapis, cukup beli aja deh di toko kue. Daripada bikin sendiri, malez banget ngebayangin mesti misahin telor, ngocok bahan sampe ngelapis satu-persatu...wuiih ribet! Kalo untuk lapis legit, aku selalu pake resep lapis legit dari Bibi Jun-ku, kalo lapis prunes, emang blom pernah bikin. Padahal, sejak lebaran tahun lalu, aku beberapa kali pengen nyoba bikin lapis prunes, gak jadi-jadi juga. Sampe akhirnya sekarang udah mau ketemu lebaran lagi. Padahal prunes yang aku beli, udah lama mangkal aja di lemari bahan kue. Untung aja masa expirenya masih lama, kalo gak, huuu...rugi beneeeer... Untuk resepnya, aku gak repot-repot nyari, soalnya ada di balik box Orchid butter....hihihihi... gak kreatif banget ya gue nyari resep, lha memang setiap kali buka mentega Orchid, aku selalu ngeliat resep lapis prunes di belakangnya (prasaan resepnya gak pernah ganti deeeh...), dan berkali-kali juga aku punya niat mau nyoba tetaaaap gak jadi-jadi.



But, lebaran kan masih lama, niat amat bikin kue lapis sekarang. Biasanya aku baru mulai bikin kue besar paling cepat seminggu sebelum Idul Fitri. Tapi setelah aku cek di internet, ternyata kue lapis legit bisa koq disimpan di freezer. Cukup di bungkus dengan almunium foil, lalu di bekukan. Nanti tinggal di thawing aja sebelum disajikan. Nah, jadi deh aku bikin kue lapis buat lebaran lebih cepat dari biasanya... Selain itu, aku juga gak ada pilihan lain, di rumahku lagi banyak telur yang harus segera dihabiskan. Ini gara-gara awal puasa aku bikin kue diruang makan dan Papaku nanya kenapa bikin kue diawal puasa. Jawabanku juga ngasal, aku bilang aja dari pada lapar nungguin buka puasa. Gak tau deh apa karena Papaku takut aku mikirin makan terus *hihihi* dia jadi mendukung aku bikin kue, atau memang kebetulan aja Papa mampir ke supermarket. Sorenya Papa pulang bawa telur bertumpuk-tumpuk. bayangin aja, kalo aku hitung-hitung, jumlah telur yang di beli Papa, cukup buat bikin 7 loyang lapis legit....hahahahaha...



Beberapa hari yang lalu, si Mas yang kelihatan risih ngeliat tumpukan telur di pantry (mau protes, gak berani dia, karena mertua yang beli *hihihihi*) berkali-kali nanya kapan mau bikin kue supaya telurnya bisa segera habis. Kalau telurnya rusak kan mubazir, Tapi ya gimana, aku lagi semangat bikin kue kering tanpa telur siiih.... si Umi juga sudah disuruh masak macam-macam lauk dengan telur. Teteeeep gak abis juga. Well, salah satu cara supaya telurnya bisa cepat habis, ya dibikin lapis legit, satu resep aja udah pake 30 butir. Walaupun setelah itu aku juga kelimpahan putih telur, gak masalah, karena putih telur selalu bisa di freezer. Siapa tau suatu hari nanti, aku berniat "mencoba lagi" untuk kesekian kalinya belajar bikin macaron....yah, mudah-mudahan....gak kapok... hiks!



Kemarin, mulai deh aku bikin lapis prunesnya. Berbeda dengan lapis legit yang biasa aku bikin, adonan lapis prunes ini menggunakan kocokan putih telur. Mungkin karena akan diberi prune, maka adonannya harus lebih kokoh dari lapis legit biasa. Jadi semua dikocok satu persatu, pertama menteganya, trus kuning telurnya, lalu putih telur d kocok sampai kaku. Saat dipanggang, adonan seperti mengembang, butuh beberapa waktu aku baru "dapat" cara yang pas untuk dapat lapisan yang cantik. Seperti di foto irisan kue lapisku ini, bagian bawahnya kacau balau *haha*, bagian atasnya baru deh lapisannya terlihat lebih rapi. Begitu pula dengan suhunya, supaya lapisan kue terlihat cantik saat dipotong, semua bagian permukaannya harus terlihat keemasan sebelum diberi lapisan lagi. Naah, karena ada putih telurnya, lapisannya akan ada gelembung gede kalo suhunya terlalu panas. Jadi aku menggunakan suhu yang berbeda untuk bagian bawah, tengah dan atas. Aku gak mau juga menggunakan suhu yang terlalu rendah, karena kalo kuenya terlalu lama di oven, aku khawatir gak akan moist lagi. By the way, aku manggangnya pake oven listrik mungilku, dengan api atas, mulai dari lapisan pertama sampai akhir.



Untuk kuenya, tekstur dan lembabnya pas. Rasanya juga enak. Tapi sepertinya ada yang hilang. Aromanya kurang nyata. Kesannya datar-datar aja. Okelah kalo lapis legit kan ada bumbu spekoek yang bikin wangi, tapi tanpa itu pun aku lebih suka kue yang ber-aroma. Bagian yang memberi "rasa" berbeda di kue ini adalah prunes-nya. Mungkin mestinya yang bikin wangi adalah rhum yang dipakai untuk melumuri buah prunes itu dan karena aku gak pake rhum, jadi wanginya berkurang. Padahal sudah aku tambahkan vanilla extract, tetap kurang nendang juga. Mungkin kalau aku bikin lagi, menteganya akan aku campur dengan margarine supaya terasa gurih, atau aku campur dengan mentega wisjman supaya terasa lebih milky. Dengan cara itu, pasti lapis prunesnya lebih asik lagi rasanya. Gak cuma enak, tapi harum juga.





Ini resepnya aku ketik dari bungkus Orchid unsalted butter 227gr...



LAPIS PRUNES

Orchid Butter



Bahan :



300 gr Orchid butter (dikocok)

30 butir kuning telur

1/2 sdt vanili bubuk (aku ganti vanilla extract)

300 gr gula halus

200 ml putih telur

50 gr gula pasir

100 gr tepung terigu

400 gr buah prunes tanpa biji, pipihkan, lumuri dengan 2 sdm rhum (aku gak pake rhum)



Cara membuat :



  • Kocok kuning telur, gula halus, vanilli hingga mengembang dan kental.
  • Masukkan mentega kocok, aduk perlahan hingga rata.
  • Kocok putih telur dan gula pasir hingga kaku. Masukkan dalam adonan mentega.
  • Tambahkan tepung terigu secara bertahap sambil diaduk hingga rata.
  • Siapkan adonan loyang (20 x 20 x 6 cm) yang telah diolesi mentega dan dialasi kertas roti.
  • Masukkan 150 gr adonan, letakkan buah prunes diatasnya dan panggang dengan api atas hingga matang. Tambahkan lagi 150 gr adonan dan letakkan buah prunes diatasnya, lakukan hal yang sama hingga adonan habis (Kalo aku, 2 lapisan bawah pertama, tanpa prunes, setelah itu, baru diberi prunes).
  • Terakhir panggang kue selama 10 menit dengan api bawah hingga kue benar-benar matang.
  • Angkat



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]