Sabtu, 07 Mei 2011

PISANG GORENG, ( salero-bundo )

Pisang goreng merupakan salah satu kue nusantara yang paling populer dan disukai oleh semua kalangan masyarakat, yang bisa dijumpai sampai ke pelosok-pelosok daerah di seluruh nusantara, bahkan negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei dan Filipina.

Harganya yang murah, mudah diperoleh dan selalu tersedia sepanjang tahun menjadi daya tarik dan keunggulan pisang yang menjadi bahan utamanya. Pisang yang cocok untuk dijadikan pisang goreng di antaranya pisang kepok, pisang raja, pisang uli, pisang nangka dan pisang tanduk.

PISANG GORENG

BAHAN :
10 buah pisang kepok/pisang uli setengah tua
600 ml minyak goreng

BAHAN ADONAN CELUPAN :
100 gr tepung beras
2 sdm tepung tapioka
1/2 sdt garam
1/2 sdm gula pasir
100 ml air atau secukupnya

CARA MEMBUAT :
1. Kupas kulit pisang, belah menjadi tiga bagian (tergantung selera), sisihkan.
2. Campur semua bahan adonan celupan hingga merata. Jika masih terlalu kental, tambahkan dengan sedikit air.
3. Celupkan pisang ke dalam adonan celupan tersebut hingga terendam semuanya.
4. Siapkan wajan, tuangkan minyak goreng dan panaskan.
5. Goreng pisang hingga matang atau berwarna kuning kecokelatan. Angkat dan hidangkan selagi hangat.

Untuk : 6 porsi



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]