Kamis, 21 April 2011

KUE CUCUR, ( salero-bundo )

Kue cucur merupakan salah satu kue tradisional yang membutuhkan kesabaran ekstra dalam membuatnya karena proses pembuatannya yang memerlukan waktu cukup lama. Adonan kue cucur harus didiamkan terlebih dahulu selama semalam sebelum pengolahan lebih lanjut. Kue cucur merupakan kue nusantara yang terutama ditemukan di daerah pulau Jawa dan Betawi.

Di daerah Betawi, kue cucur bahkan termasuk kue adat, artinya kue cucur wajib dihidangkan pada saat upacara tradisional dan adat budaya Betawi. Kue yang digoreng ini memiliki rasa yang manis, gurih, empuk di bagian tengah, dan renyah di bagian pinggirnya.

KUE CUCUR

BAHAN :
300 gr tepung beras
50 gr tepung terigu
100 gr gula pasir
150 gr gula merah, disisir halus
475 ml air
2 lembar daun pandan
1 butir telur
1/4 sdt garam
Minyak secukupnya untuk menggoreng

CARA MEMBUAT :
1. Campurkan air, gula merah, daun pandan, gula pasir, dan garam. Didihkan dan saring.
2. Aduk tepung beras dan tepung terigu. Tuangkan air gula panas sambil diuleni.
3. Diamkan adonan selama semalam. Esoknya masukkan telur dan aduk rata.
4. Panaskan dua sendok makan minyak goreng. Tuangkan satu sendok sayur adonan. Setelah bagian tengahnya berserat, tusukkan lidi sate ke bagian tengah kue. Goreng kembali sampai matang.

Untuk : 25 buah



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]