Jumat, 04 Maret 2011

BIKA AMBON, ( salero-bundo )

Meskipun menyandang kata "Ambon", kue bika ambon ini sebenarnya tidak ada hubungan dengan kota Ambon dan bukan juga berasal dari kota Ambon.

Bika Ambon justru merupakan salah satu kue khas kota Medan yang sudah terkenal di seluruh Nusantara dan sering menjadi buah tangan wisatawan yang berkunjung ke Medan. Kue bika ambon terinspirasi dari kue bika atau bingka, kue tradisional khas Melayu, yang dimodifikasi dengan penggunaan air nira yang difermentasi.

Penggunaan air nira pada bika ambon bertujuan untuk membuat kue mengembang dan membentuk serat halus pada daging kue sehingga kue bika ambon tampak seperti berongga-rongga. Dengan demikian bentuk kue bika ambon menjadi berbeda dari kue bika atau bingka khas Melayu itu. Kue ini disebut "bika ambon" karena dijual dan populer pertama sekali di simpang Jl.Ambon-Jl.Sei Kera, Medan.

Penggunaan air nira fermentasi sempat menjadi pro-kontra dalam kehalalannya karena ada yang menyamakannya dengan tuak. Penggunaan air nira fermentasi ternyata juga bukan merupakan syarat mutlak agar daging kue bika ambon menjadi berongga, karena terdapat beberapa resep kue bika ambon yang meskipun tidak menggunakan air nira fermentasi, tetap bisa membentuk daging bika ambon yang berongga, seperti resep bika ambon di bawah ini.

Di kota Medan sekarang ini, Jalan Mojopahit di daerah Medan Petisah merupakan kawasan sentra penjualan bika ambon yang paling ramai dan terkenal. Berkunjung ke Medan rasanya kurang lengkap jika tidak membawa pulang kue yang satu ini sebagai oleh-oleh.

BIKA AMBON

BAHAN ADONAN BIANG :
1 sdm ragi instan
60 ml air hangat
1 sdm gula pasir
1 sdm tepung terigu serbaguna

BAHAN ADONAN BIKA :
250 gr gula pasir
150 gr tepung kanji
2 butir kelapa, parut
10 kuning telur
20 lembar daun jeruk
6 lembar daun pandan, simpulkan
2 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
1/2 sdt garam

CARA MEMBUAT :
1. Untuk Adonan Biang : Larutkan ragi instan dalam air, masukkan gula dan tepung terigu, aduk rata. Biarkan selama 15 menit. Sisihkan.
2. Untuk Adonan Bika : Peras kelapa, ambil santannya sebanyak 400 ml. Masak bersama daun jeruk, daun pandan, serai, dan garam, di atas api sedang hingga kental menjadi areh (300 ml). Angkat, saring. Sisihkan.
3. Kocok kuning telur bersama gula pasir hingga berbuih dan kental. Masukkan tepung kanji, santan yang telah dimasak, dan adonan biang. Aduk rata menggunakan tangan sambil ditepuk-tepuk. Diamkan selama 2-3 jam hingga mengembang.
4. Panaskan oven pada suhu 200 derajat Celcius, pasang pada posisi api bawah. Alasi loyang ukuran 7x18x18 cm dengan kertas roti, olesi dengan margarin.
5. Masukkan loyang dalam oven hingga benar-benar panas, tuang adonan ke dalam loyang panas.
6. Panggang selama 40 menit dengan pintu oven sedikit terbuka hingga permukaan adonan berlubang-lubang.
7. Teruskan memanggang dengan api atas hingga permukaan kue berwarna kuning kecokelatan (selama 5-10 menit). Keluarkan kue dari oven, biarkan dingin.
8. Potong-potong kue dengan ukuran 6 x 1,5 cm, sajikan.

Untuk : 36 potong



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]