Senin, 07 Februari 2011

Chocolate Bread Pudding

Ini salah satu proyek ngabisin cocoa powder Valrhona yang rasanya gak habis-habis *lebay*. Udah mikir-mikir dan bolak-balik koleksi buku resep nyari ide cemilan yang pake coklat bubuk. Mulai dari pudding agar-agar, cakes, sampe ke souffle, semua di periksa kelengkapan bahannya. Nah, pas jalan ke kamar Papaku, ketemu roti baguette yang akhir-akhir ini sering di beli Papa buat di makan sama minyak zaitun. Hum... Papaku sendiri ke Jakarta beberapa hari lalu dan baru pulang ke Jambi kemarin sore. So, gak mungkin rotinya akan di makan lagi. Lagian rotinya juga udah keras, bakalan di buang nih. Ding! ding! ding! horeee...akhirnya bisa aku manfaatin buat bikin pudding roti.

Pertama kali kenal sama pudding roti, ya dari kak Ira yang baik hati (dimana ya sekarang? *kangen*) sama seperti aku kenal macaroni schotel. Waktu itu rasanya senaaaang banget kalo di telpon kak Ira untuk datang ke apartemennya buat bikin n' ngabisin pudding roti. Kalo kak Ira, rotinya pakai roti putih di potong kotak-kotak kecil. Yep, aku suka banget sama pudding rotinya kak Ira yang super milky, lembut dan rada basah. Itu juga yang aku ingat-ingat waktu bikin pudding roti ini kemarin. Kalo biasanya pudding roti di beri cinnamon untuk menambah rasanya, kali ini aku pake cocoa powder adza. Yang pasti, jangan heran deh kalo dari sekarang blog ku bakalan di penuhi resep yang pake coklat bubuk, biar abis semua stoknya, ogah rugiiii....hehehe

Supaya lebih nyoklat, aku tambahkan dark coklat, lagian aku punya Lindt dark chocolate yang aku beli Minggu lalu. Pokoknya tema bread pudding ku kali ini gak tanggung-tanggung, the finest ingredients only...ehem..kecuali roti baguette yang usianya udah 3 hari...udah gak finest lagi, cuma masih fine aja...hehehe.. tapi kali ini, aku jadi ketagihan pake coklat Lindt buat baking, rasanya itu lho, beda banget dengan cooking chocolate biasa. Ntar beli lagi ah buat nyetok di rumah. Just in case kalo mau bikin yang enak-enak buat keponakanku yang imut-imut. Sekali-kali, kalo baking untuk sendiri, why not deh, bayar sedikit lebih tapi sangat memuaskan. Bread pudding yang terkesan biasa saja, bisa terasa wah sekalee. Fabulous!

Jumlah gulanya, sengaja aku pakai sedikit aja, supaya rasanya lebih chocolaty dari pada overly sweet. Susu yang sudah di panaskan dengan bahan-bahan lainnya, di tuang berlahan-lahan diatas roti yang sudah di olesi dengan butter (bolak balik) dan di susun di loyang yang sudah di oles dengan butter juga. Nah, cara menuang susu yang rada tricky, sebaiknya tidak di tuang langsung dari pancinya supaya roti tidak mengapung. Lebih baik gunakan sendok sayur besar dan siram berlahan diatas roti. Cara ini efektif buat bikin roti menyerap susu dengan sempurna. Setelah selesai, aku selipkan juga potongan-potongan dark coklat di beberapa titik untuk "suprise" waktu pudding di potong. Oooh...I love dessert with suprise!

Setelah matang, puddingnya aku taburi gula pasir kasar dan aku blow torch seperti creme brulee. Suka deh waktu dimakan terasa ada yang cruchy di antara lembutnya pudding, selain itu, rasa gula gosong benar-benar menyatu sama aroma coklat. Saat di keluarkan dari oven, masih terasa agak basah, tapi setelah didiamkan sebentar, puding roti akan set dan padat sendiri. Tentu saja, waktu di potong, terasa lembuuut... setelah matang, si Mas jadi pencicip pertama, yah, itung-itung dia sudah bantu foto waktu puddingnya di blow torch..hehehehe... ntah karena dia benar-benar suka atau emang kebetulan lapar, si Mas bilang suka tuh...ehem...hihihihi...

Kemarin sore, Papaku pulang dari Jakarta bareng bang Baraq dan sepupuku Tona yang pulang ke Jambi for good dari Bandung. Di tengah-tengah kehebohan para cucu yang gak sabar nunggu Datuk nyampe rumah (biasaaaa...karena ada kabar semua dapat oleh-oleh mainan keren dari Datuk...hihihihhi), kak Ika dan Tona nyicipin pudding rotinya. Kalau Tona, semua udah oke, karena dia emang suka makanan yang nyoklat daripada milky, sementara kak Ika semua udah enak tapi sedikit kurang manis, dia ngebayangin kalo puddingnya bakal oke banget kalo di makan sama es krim vanilla. Hum..aku sendiri ngerasa akan lengkap kalo aku bikin saus custard hangat untuk di siram diatasnya...ntar deh, kalo lagi rajin, bikin versi lengkapnya...*mimpi*...hahahahaha....


Ini resepnya :

CHOCOLATE BREAD PUDDING
Camelia

Bahan :

Roti baguette (lk. 30 cm) atau gunakan roti tawar biasa yang sudah berumur 2 atau 3 hari.
750 ml susu tawar
75 - 100 gr gula pasir
15 gr cocoa powder
50 gr dark chocolate
3 butir telur, kocok lepas
1/2 sdt vanilla extract
50 gr butter

butter untuk olesan roti dan loyang
gula untuk di blow torch
potongan kecil dark cokelat untuk di taburkan di beberapa tempat

Caranya :
  • Olesi roti yang telah di potong dengan butter, susun di loyang yang telah di olesi butter. Sisihkan.
  • Dalam panci, panaskan susu, coklat bubuk dan gula. Setelah mendidih, masukkan butter. Aduk rata.
  • Ambil sedikit susu panas, tuang kedalam mangkuk telur, aduk rata (agar telur hangat dan tidak matang), setelah itu baru di masukkan ke dalam panci susu, aduk rata. Tambahkan vanilla extract, aduk rata, angkat.
  • Dengan sendok sayur besar, tuang susu hangat keatas roti hingga menutupi permukaan roti. Panggang di oven hingga matang.
Enjoy!





Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]