Rabu, 19 Januari 2011

KUE PUKIS COKELAT, ( salero-bundo )

Inilah salah satu kue nusantara yang paling populer. Kue pukis mudah ditemukan dijual di berbagai tempat, mulai dari pasar tradisional, pasar ritel modern, toko kue sampai penjual kue di kaki lima dan tepi jalan. Kue pukis memiliki tekstur kue yang lembut dan rasa yang enak dengan aroma yang wangi. Kue pukis bisa ditemukan dalam berbagai variasi rasa, seperti rasa pandan, jagung, nenas, pisang, strawberry dan tentunya cokelat yang resepnya disajikan di sini.

KUE PUKIS COKELAT

BAHAN :
175 gr tepung terigu
100 gr gula pasir
175 ml santan matang kental
4 kuning telur
2 putih telur
1/2 sdm ragi instant
5 sdm air hangat
1/4 sdt vanili
1/4 sdt baking soda
1 sdm susu bubuk
1 sdm cokelat bubuk

CARA MEMBUAT :
1. Campur ragi instant dan air hangat, aduk sampai larut.
2. Kocok telur dan gula pasir sampai lembut. Masukkan tepung terigu bersama vanili, baking soda dan susu bubuk, aduk rata.
3. Tambahkan santan matang dan ragi yang telah dicairkan, aduk rata. Diamkan/istirahatkan selam 2 jam.
4. Untuk membuat adonan cokelat, ambil 150 ml adonan, tambahkan cokelat bubuk, aduk rata.
5. Siapkan cetakan (loyang) kue pukis, olesi sedikit margarin. Setelah cetakan (loyang) panas, tuangkan adonan sampai 3/4 cetakan penuh, tambahkan adonan cokelat.
6. Panggang sampai adonan naik dan matang, angkat. Kue pukis cokelat lebih enak jika disajikan hangat.

Untuk : 20 buah



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]