Jumat, 14 Januari 2011

KUE LEMPER GLUTEN, ( salero-bundo )

Kue lemper merupakan salah satu kue tradisional yang populer, biasanya dibuat dari beras ketan dengan bahan isi berupa abon kemudian dibungkus dengan daun pisang. Kue lemper dengan bahan isi gluten ini merupakan kreasi dari kue lemper yang umumnya berisi bahan daging. Selain lebih ekonomis, kue kreasi ini juga bisa dijadikan sebagai alternatif untuk mereka yang menyukai penganan berbahan nabati semua.

KUE LEMPER GLUTEN

BAHAN LEMPER :
200 gr beras ketan, rendam selama 1 jam
350 ml santan
1/2 sdt garam
Daun pisang dan kertas roti secukupnya untuk membungkus

BAHAN ISI LEMPER :
200 gr gluten rebus
1 sdm kecap manis
1/4 sdt merica bubuk
1/8 sdt pala bubuk
1/2 sdt garam
1 sdm minyak goreng

CARA MEMBUAT :
UNTUK BAHAN LEMPER :
1. Kukus beras ketan selama 20 menit. Sementara itu, rebus santan yang dicampur garam sampai mendidih.
2. Angkat beras ketan lalu tuangkan santan panas. Aduk hingga terserap. Kukus lagi sampai matang.

UNTUK ISI LEMPER :
3. Panaskan minyak, lalu masukkan gluten yang sudah dicincang. Tuang kecap, merica, pala, dan garam. Angkat lalu cincang halus lagi. Sisihkan.

4. Tipiskan beras ketan lalu tambahkan isi. Gulung lalu tutup dengan daun pisang dan kertas roti. Kue lemper gluten siap untuk disajikan.

Untuk : 12 buah



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]