Selasa, 14 Desember 2010

PUTU MAYANG, ( salero-bundo )

Putu mayang merupakan kue tradisional nusantara dengan bentuk yang sangat unik menyerupai bola mi atau benang tebal yang digulung dan dibulatkan.

Bentuk yang unik tersebut dihasilkan dengan menggunakan cetakan khusus putu mayang.

Putu mayang dengan bahan utama dari tepung beras ini biasanya dinikmati dengan tambahan saus kinca yang manis dan gurih yang terbuat dari gula merah.

PUTU MAYANG

BAHAN :
300 gr tepung beras
2 sdm gula pasir
1 sdt garam
100 gr tepung kanji
550 ml santan dari 1 butir kelapa
daun pisang untuk alas
1 sdt pewarna merah (bisa dipakai pasta stroberi)
1 sdt pewarna hijau (bisa dipakai pasta pandan)

BAHAN SAUS KINCA :
200 gr gula jawa/gula merah, diiris halus
25 gr (2 sdm) gula pasir
500 ml santan dari 1/2 butir kelapa
1 lembar daun pandan, potong-potong
1/2 sdt garam halus
1 sdm tepung beras
2 cm kayu manis

CARA MEMBUAT :
1. Masak tepung beras, santan, gula dan garam sambil diaduk sampai menggumpal. Angkat dari api.
2. Pindahkan adonan tepung beras ke mangkuk besar, selagi panas tambahkan tepung kanji sambil diuleni hingga adonan rata dan kalis. Sisihkan.
3. Bagi adonan menjadi tiga bagian. Masing-masing diberi pewarna merah (pasta stroberi) dan hijau (pasta pandan) pada setiap bagian. Biarkan putih pada bagian lainnya. Aduk rata.
4. Masukkan adonan ke dalam cetakan putu mayang. Tekan sambil ditampung di atas daun pisang yang sudah diolesi minyak goreng. Lakukan seterusnya sampai adonan habis.
5. Kukus adonan selama 15 menit atau hingga kue matang. Angkat dan dinginkan.
6. Untuk Saus Kinca : Larutkan tepung beras, gula merah, gula pasir dan garam dalam santan. Tambahkan daun pandan dan kayu manis. Rebus sambil terus diaduk sampai mendidih. Angkat, saring, dan dinginkan. Saus kinca siap digunakan.
7. Sajikan putu mayang dengan saus kinca.

Untuk : +/- 30 buah



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]