Sabtu, 25 Desember 2010

KUE SERABI, ( salero-bundo )

Bahan utama pembuatan kue serabi adalah tepung beras atau tepung terigu dan santan. Secara umum, kue serabi rasanya manis dengan aroma khas yang berasal dari gula merah. Daerah yang terkenal dengan kue serabinya adalah Jakarta, Bandung, Solo, Pekalongan, dan Purwokerto yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri.

Kue serabi biasanya dimasak dengan menggunakan wajan cetakan dari tanah liat di atas tungku atau bara arang, sehingga nuansa tradisional nusantara sangat terasa.

KUE SERABI

BAHAN ADONAN :
250 gr tepung terigu
2 butir telur
1/2 sdt garam
550 ml santan

BAHAN KUAH :
625 ml santan
75 gr gula merah
75 gr gula pasir
2 lbr daun pandan

CARA MEMBUAT :
Untuk Bahan Adonan :
1. Campur tepung terigu, telur, dan garam. Tuangi santan sedikit sambil terus diuleni dan ditepuk-tepuk selama +/- 20 menit. Tambahkan sisa santan, aduk rata. Bila perlu, adonan bisa disaring.
2. Panaskan wajan tanah khusus untuk membuat serabi di atas api kecil. Tuang 50 ml adonan ke dalam wajan, biarkan sampai pori-porinya merata. Tutup wajan sebentar saja, lalu diangkat.

Untuk Bahan Kuah :
1. Rebus santan, gula jawa, gula pasir, dan daun pandan sambil terus diaduk agar santan tidak pecah. Angkat lalu saring.
2. Sajikan serabi bersama kuahnya.

Untuk : 15 buah

NB : Bila ingin kue serabi berwarna hijau, bisa menambahkan 1 sdt pasta pandan atau air daun suji.



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]