Minggu, 19 Desember 2010

KUE ONGOL-ONGOL, ( salero-bundo )

Di pesisir Timur Pulau Sumatera, terutama di Provinsi Sumatera Utara dan Riau, serta Semenanjung Malaysia, kue ongol-ongol ini dalam bahasa Melayu setempat lebih dikenal dengan nama yang sama yakni kue kosui, yang menunjukkan adanya interaksi budaya yang erat antara kedua etnis Melayu serumpun.

Kue ongol-ongol dengan rasa yang manis dan tektur yang sedikit legit ini biasanya dinikmati dengan tambahan bahan parutan kelapa muda. Kue ongol-ongol ini termasuk kue yang ringkas dan sederhana dalam penggunaan bahan dan proses pembuatannya.

KUE ONGOL-ONGOL

BAHAN :
125 gr tepung sagu aren kering
375 ml air
150 gr gula jawa, sisir
2 lembar daun pandan, potong-potong
150 gr kelapa agak muda, kupas, parut memanjang, tambah garam secukupnya (boleh dikukus)

CARA MEMBUAT :
1. Campur tepung sagu dengan 150 ml air, aduk rata. Sisihkan.
2. Masak sisa air bersama bersama gula dan daun pandan hingga mendidih dan gula larut. Angkat dan saring.
3. Campur dengan larutan tepung sagu. Aduk rata.
4. Masak di atas api kecil hingga mendidih dan kental. Angkat.
5. Tuangkan ke dalam loyang segi empat, ratakan. Dinginkan.
6. Potong-potong 3x5x1 cm.
7. Gulingkan dalam kelapa parut hingga terbalut rata. Kue ongol-ongol siap untuk disajikan

Untuk : 16 potong



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]