Jumat, 15 Oktober 2010

KUE KLEPON, ( salero-bundo )

Di Pulau Jawa, kue tradisional nusantara dengan bentuk bulat kecil berisi gula merah dan dilumuri parutan kelapa ini diberi nama kue klepon, sedangkan di Pulau Sumatera, kue yang berciri hampir sama ini namun dengan ukuran lebih besar dan berbentuk lonjong diberi nama onde-onde.

Onde-onde atau klepon versi Sumatera bisa juga dibuat dengan menggunakan campuran ubi jalar dan tepung tapioka tanpa menggunakan tepung ketan. Di Jawa sendiri, kue dengan nama onde-onde ditujukan untuk kue yang berbentuk bola kecil, digoreng dan ditaburi wijen.

KUE KLEPON

BAHAN :
150 gram tepung ketan
125 ml air
1/4 sdt garam
Pewarna makanan hijau (pasta pandan) secukupnya
Ekstrak daun pandan secukupnya
100 gram gula merah, dihaluskan, bentuk bulat-bulat kecil
150 gram kelapa, diparut kasar (untuk bahan taburan/lumuran)
1/4 sdt garam untuk parutan kelapa

CARA MEMBUAT :
1. Campur parutan kelapa dengan garam. Aduk rata, kukus matang dan sisihkan.
2. Aduk tepung ketan, air dan garam, tambahkan pewarna makanan hijau dan ekstrak daun pandan. Aduk rata sampai menjadi adonan dapat dibentuk.
3. Ambil sedikit adonan. Beri bulatan gula merah. Bulatkan lagi. Lakukan sampai adonan habis.
4. Rebus dalam air mendidih sampai mengapung. Angkat. Tiriskan. Masukkan dalam air dingin, angkat. Gulingkan di dalam parutan kelapa sampai selesai. Kue klepon siap untuk disajikan.

Untuk : 44 buah



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]