Senin, 20 September 2010

Tres Leches Cake

Love! Love! Love!

Yep, cuma itu yang bisa ngejelasin gimana sukanya aku sama cake yang satu ini. Rasanya super milky n' creamy. Pokoke gue banget dah! jadi nyesel kenapa gak bikin cake yang satu ini dari dulu-dulu (sesuai dengan rencananya dulu...ehem...). Nyesel juga kenapa baru bikin pas di Jambi yang susu evaporatednya susah di cari. Hum...ngomongin soal evaporated, setelah keliling beberapa tbk dan supermarket besar maupun kecil, aku nyerah deh, gak ketemu sama evaporated. Kenapa ya? padahal dulu prasaan banyak deh. Apa karena gak nge-trend lagi?? Padahal, udah semangat pas di Jambi mau nyobain semua resep yang tertunda, mumpung banyak yang ngabisin. Eeeh...si evaporated malah gak ada.

So, pas kak Ika n' the gank ke Jakarta buat lebaran di rumah ortunya, pas pulang aku nitip evaporated milk ini. Gak jauh-jauh, cukup ambil di kotak ajaib ku di rumah Jakarta....whoa ha ha ha... yoi, aku udah lama banget mau bikin cake ini. Udah nyicil bahannya. Pas ada whipped creamnya, susu-nya gak ada. Lha, giliran susunya ada, eeeh...si whipped creamnya wis ntek, abis di pake buat bikin yang lain. Baru kemaren cita-citaku bikin Tres Leches Cake ini terrwujud. Itupun setelah si Muji aku suruh ke tbk buat beli whipped cream cair dulu, soale takut gak ada, rugi kan kalo bikin nanti ada bahan yang kurang. Gak siiiiiippp....

Kemarin sore, mulai deh aku bikin cakenya. Aiiih, keliatannya aja rumit, ternyata lumayan gampang kok. Sempat bingung juga kenapa adonan kuning telurnya cair banget setelah di masukkin susu. Ternyata no problemo, emang gitu euy!. Mencampur adonan kuning telur ke putih telur, juga sama aja seperti bikin sponge cake biasa, cukup di aduk balik berlahan. Setelah di panggang, sebelum di siram campuran susu, cakenya di dinginkan dulu. Seperti yang udah aku duga, cake akan turun sedikit, tapi tekstur maupun rasanya gak berubah sama sekali. Sebelum di siram, cakenya aku potong sedikit. Seratnya halus dan ringan sekali, emang mirip sponge.

Setelah itu, di siram dengan campuran susu. Setelah 30 menitan, cake menyerap susunya. Langsung aku potong dan ku tambah topping whipped cream n' peach kalengan. Rasanya....yummy! yummy! yummy!, bang Iqbal yang ikutan nyicip juga setuju, kak Ika yang nyolek sebelum pergi mancing malam-malam *hihihihi* juga suka banget. Humm...ternyata, setelah semalaman di kulkas, tadi pagi rasanya lebih enyaaakk apalagi aku kasih topping fruit cocktail....so moist, so milky, so creamy and soooo yummy! Tres Leches yang artinya tiga jenis susu itu emang cake yang milky. Cake yang udah jadi, di siram dengan campuran 3 olahan susu. Susu evaporated, susu kental manis dan krim kental. Eeiiits, tapi di dalam cakenya juga ada susu biasa, so, mestinya 4 susu...hehehehe...

Sesuai sama namanya, bisa di tebak asalnya pasti dari negara latin. Gak tau juga dari negara yang mana, tapi cake ini populer banget di Mexico. Wuiiih, aku suka deh masakan Meksiko dan masakan negara latin lainnya seperti Cuba atau Columbia. Mungkin karena "berani bumbu" kaya' masakan Indonesia, kali ya. Dulu aku pernah di ajak si Corey makan ke restoran Cuba gak jauh dari asrama kita, aku sukaaaaa banget sama rice puddingnya. Walaupun awalnya aku rada geli, nasi di jadiin dessert, tapi karena rasanya yang milky, aku malah doyan berat. Hum... mungkin negara latin itu suka yang milky-milky kali ya, kayak dulce de leche yang fenomenal itu kan di buat dari susu juga. Waduh..mesti bujukin si Mas nih supaya di ajak jalan ke Mexico atau ke Cuba...pasti jadi perjalanan yang eksotis dan sangat milky... (itu kalo si Mas gak pingsan dengar permintaanku...hehehe)

Yuk bikin!, buat yang gak suka sama dessert yang terlalu milky, aku highly recommend pake taburan buah di atasnya untuk menetralisir. Percaya deh, tambah segar dan tetap enaaak....

Ini resepnya yang aku ambil dari sini dan aku terjemahkan dengan bahasaku sendiri...



TRES LECHES CAKE
Ree Drummond (www.thepioneerwoman.com)


1 cup tepung serbaguna (protein sedang)
1 1/2 sdt baking powder
1/4 tsp garam
5 btr telur utuh
1 cup gula (pisahkan 1/3 cup)
1 tsp vanilla (extract)
1/3 cup susu
1 kaleng susu evaporated (misalnya Carnation atau Marygold)
1 kaleng susu kental manis
1/4 cup krim kental (aku pake whipped cream cair) untuk hiasan :
Kalo aku pake whipped cream dan buah

Caranya :
  • Panasi oven hingga 350F, olesi loyang dengan mentega (aku taburkan tepung juga), sisihkan.
  • Campur kan tepung, baking powder, garam dalam wadah. Pisahkan putih dan kuning telur.
  • Kocok kuning telur dengan 1/3 cup gula hingga kuning pucat, masukkan susu dan vanilla, aduk rata. Tuang ke campuran tepung, aduk berlahan hingga rata.
  • Kocok putih telur hingga soft peak, masukkan sisa gula, kocok hingga hard peak tapi jangan sampai kering.
  • Masukkan putih telur ke adonan kuning telur, aduk balik berlahan hingga rata. Tuang ke loyang, ratakan.
  • Paanggang di oven selama 35 - 45 menit atau lakukan test tusuk. Setelah matang, balik adonan ke atas wadah, biarkan hingga dingin.
  • Campur susu kental manis, susu evaporated dan krim kental, aduk rata. Tusuk cake yang telah dingin dengan garpu di beberapa tempat.
  • Tuang campuran susu ke atas cake, usahakan agar semua bagian cake tersiram susu.
  • Biarkan cake menyerap susu selama lk. 30 menit.
  • Sajikan dengan whipped cream dan buah.
Enjoy!!!!



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]