Selasa, 07 September 2010

CENIL, ( salero-bundo )

Cenil, dikenal juga dengan nama cetil adalah kue tradisional Indonesia yang terbuat dari pati singkong atau ketela pohon. Kue cenil ini bisa dibentuk bulat-bulat kecil, lonjong atau kotak dan diberi beraneka warna sesuai selera sebelum direbus.

Cenil yang biasanya disajikan dengan parutan kelapa dan ditaburi gula pasir ini umumnya dinikmati sebagai salah satu makanan untuk sarapan atau santapan santai di sore hari.

CENIL

BAHAN :
250 gr tepung kanji
125 ml air mendidih
1/2 sdt garam halus

BAHAN TABURAN :
1/2 btr kelapa, kupas, parut panjang, kukus
1 lbr daun pandan
100 gr gula pasir
Pewarna merah, hijau (pasta pandan) secukupnya

CARA MEMBUAT :
1. Untuk Taburan : Kukus kelapa parut, pandan, dan garam selama 15 menit. Angkat, sisihkan.
2. Ambil 1 sendok makan tepung kanji, cairkan dengan 2 sendok makan air dingin. Tuang ke dalam 125 ml air mendidih, aduk sampai kental.
3. Masukkan sisa tepung kanji sedikit-sedikit, aduk rata, uleni hingga adonan dapat dibentuk, lalu bagi adonan menjadi 3 bagian.
4. Beri masing-masing adonan pewarna kue berwarna merah, hijau, dan biarkan adonan yang satunya, lalu bentuk tiap adonan menjadi bulat panjang atau sebesar jari kelingking, sisihkan.
5. Didihkan air, rebus adonan yang sudah dibentuk sampai mengapung dan matang. Angkat, gulingkan dalam kelapa parut.
6. Sajikan cenil dengan kelapa parut dan gula pasir.



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]