Senin, 27 September 2010

Aren Aren Ice Cream

Karena lagi hepi-hepi-nya nemu ice cream makers. Langsung deh trial n' error bikin es krim dua hari berturut-turut...mumpung masih hot...hahahaha... hari Minggu lalu pertama kita nyobain ice cream maker Philips Ibu-ku , alatnya sih oke, tapi resep yang aku bikin kurang oke. Kemarin, aku nyoba yang di beli sama bang Sadatku, Mistral Igloo... bedanya, kalo Philips, yang di bekukan cukup disc di bagian bawahnya aja, kalo Mistral Igloo ini sak mangkok-mangkoknya yang di bekuin. Tentu, hasil akhirnya beda, es krim yang di buat dengan Phillips sedikit lebih cair di bandingkan Mistral. Tapi, aku gak nge-bahas ice cream maker, nanti aku posting tersendiri aja di bagian kitchenware (kalo ingat...hehehe), gak fair kalo ngebandingin 2 jenis barang yang tahun keluarnya terlalu jauh, ibarat membandingkan tampangku 10 tahun lalu dengan sekarang. Jelas, sekarang wajahku lebih banyak "hiasan"nya *ehem*

Hasil cemplang-cemplung sama si Dea kemarin, jadilah es krim yang aku kasih nama Aren Aren Ice cream. Campurannya sederhana aja, susu, whipped cream dan untuk pemanis dan pewarnanya, cukup dengan gula palem (aren). Rasanya??? waaah...mesti cobain sendiri deh, unik!!! rada-rada mirip toffee, caramel....aromanya pun enaaaak...kak Ika malah bilang mirip Kahlua...hahahaha... Bagi yang suka es krim rasa rum raisin (my favorite!!!) tapi suka gak rela karena ada alkoholnya, cobain deh, es krim ini di tambahkan kismis...jadi deh rum raisin versi HALAL-nya!! jadi gak perlu menyesal setelah makan seperti yang sering terjadi sama aku ...hihihihi...

Jangan kaget kalo ngeliat jumlah gula-nya banyak banget. Ini belajar dari resep yang pertama nyoba (yang tadi aku bilang gak oke), kirain susu UHT coklat sudah cukup manis, ternyata setelah di bekukan, manisnya tinggal sepoi-sepoi doang *halaaah*. Kebayang deh berapa banyak gula yang di gunakan buat bikin es krim, so, kalo yang diet ataupun penyandang diabetes, sebaiknya gak usah makan es krim, kecuali, memang di bikin khusus untuk itu. By the way, itu juga menurutku ice cream maker bisa di pertimbangkan untuk di miliki. Kalo alasannya supaya bisa makan es krim kapanpun kita mau, menurutku gak pas juga. Soale untuk bikinnya aja butuh waktu, bowl maupun disc-nya mesti di bekukan dulu minimal 24 jam. Belum lagi pembekuan setelah jadi very soft ice cream, makan waktulah. Bisa-bisa es krim-nya jadi, kita udah gak mood lagi.

Tapi kalo alasannya supaya bisa mengontrol apa aja kandungan es krim-nya, itu baru tepat sekalee. Aku senang banget ngasih es krim ini ke Dea, karena aku tau benar kandungannya, gak ada bahan kimia yang aneh-aneh, penstabil, pewarna, apalagi pengawet. Walaupun, si Dea baru bisa makan es krim keesokan harinya...hihihihi... Tadi es krimnya aku taburi gula palem, humm..enyaaak. Next time, mungkin pas es krimnya udah mulai membeku, akan aku tambahkan butiran-butiran gula palem. Benuknya pasti lebih oke, ada bintik-bintiknya...namanya es krim nya Aren Aren emang aku sengaja. Awalnya mau pake nama yang mengandung kata "palm" tapi kata kak Ika, mending pake nama Indonesia, lebih jelas...hehehehe...Hidup Indonesia!!! *horee*. Kenapa di bilang dua kali?? well... its so nice, you want it twice!....halaaaah...ono-ono wae...hahahaha...


Ini resepnya ya...


AREN AREN ICE CREAM
Camelia

Bahan :

600 ml susu (aku pake UHT)
150 ml whipped cream
150 gr gula palem/aren

Caranya :

  • Dalam wadah, campur susu dan gula palem/aren, aduk hingga gula larut.
  • Tambahkan whipped cream cair, aduk lagi dengan sendok hingga rata.
  • Masukkan ke dalam ice cream maker.
  • Enjoy!




Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]