Kamis, 12 Agustus 2010

Terima Kasih Semuanya....


Alhamdulillah...
Tidak terasa, sudah lebih dari sebulan ijab kabul di ucapkan, dan selama itu pula kami menjalankan kehidupan kami yang baru sebagai suami-istri. Tidak ada kata lain yang dapat mengambarkan kebahagiaan kami berdua disaat kami di kelilingi oleh orang-orang yang menyayangi kami. Mendampingi kami, membantu kami dan saling bahu membahu untuk mewujudkan hari pernikahan kami seperti apa yang selama ini kami impikan.

Untuk orang tua kami...
Tidak ada yang dapat kami lakukan untuk membalas segala rasa sayang yang di berikan untuk kami. Sejak detik pertama kami menghirup nafas kehidupan hingga kami menapaki fase pernikahan. Hanya yang terbaik di berikan kepada kami, dan hanya kebahagiaan yang kami rasakan sebagai anak yang di lahirkan oleh orang tua yang sangat mencintai kami. Terima kasih kepada Ibu-Ibu kami yang telah melahirkan dan merawat kami, terima kasih Papa dan Abah yang selalu mendidik dan membimbing kami. Terima kasih untuk semua doa dan nasehat yang selalu di berikan untuk kami. Semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan, limpahan rizki yang halal dan kebahagiaan untuk orang tua kami. Amien.


Untuk abang-abang dan mas-mas kami..
Sebagai anak yang terakhir di tengah keluarga, baik aku maupun si Mas, kehadiran abang-abang dan mas-mas kami merupakan berkah bagi kami. Pada merekalah kami merasakan cinta kakak kepada adik. Mulai dari mengajak kami bermain dan tertawa di masa kecil, hingga mengurus pernikahan kami. Rasa cinta itu pula mengingatkan kami, betapa beruntungnya kami. Bersama ipar-ipar kami dan keponakan-keponakan kami yang kami sayangi, tanpa kenal lelah mereka mempermudah semua urusan kami. Rasa cinta yang kami rasakan, membuat kami tidak merasa sendiri. Semoga Allah SWT selalu memberikan mereka kesehatan, limpahan rizki yang halal, dan kebahagiaan bagi mereka dan keluarga. Amien.

Untuk sanak saudara kami...
Kehadiran mereka baik sebelum maupun sesudah acara membuat kami terharu. Segala gelak tawa dan canda ceria menjadi hiburan di saat-saat melelahkan. Tanpa kehadiran mereka, jelas acara yang berlangsung berhari-hari tidak akan berjalan seperti apa yang kami harapkan. Pagi, siang dan malam, kehadiran sanak keluarga kerumah kami menanyakan segala yang harus di lakukan dan menawarkan bantuan, seakan tak ada henti. Mulai dari lamaran, akad nikah hingga resepsi baik di Jambi maupun di Malang, tidak akan terwujud tanpa campur tangan sanak-saudara kami. Semoga Allah SWT selalu memberikan mereka kesehatan, limpahan rizki yang halal, dan kebahagiaan bagi mereka dan keluarga. Amien.


Untuk teman-teman kami...
Betapa beruntungnya kami memiliki sahabat dan teman-teman yang kami sayangi. Sahabat yang datang membantu kami, memberikan semangat kepada kami, dan menyumbangkan tenaga dan fikiran untuk membahagiakan kami. Keberadaan mereka bagaikan air yang melegakan dahaga kami. Bagaimana teman-teman kami yang lama tidak berjumpa, baik karena jarak maupun waktu, mengirimkan ucapan selamat dan doa yang di sampaikan kepada kami, memberikan kebahagiaan tersendiri bagi kami berdua. Terima kasih telah menjadi teman-teman kami, baik yang di kehidupan sehari-hari maupun di dunia maya, kehadiran kalian membuat kehidupan kami selalu berseri. Semoga Allah SWT selalu memberikan teman-teman kami kesehatan, limpahan rizki yang halal, dan kebahagiaan bagi mereka dan keluarga. Amien.










*Big Big Hugs*

Camelia & Hasyim
Jambi, 13 Agustus 2010



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]