Jumat, 02 April 2010

KUE BUGIS KETAN HITAM, ( salero-bundo )

Meskipun menyandang kata "bugis", kue tradisonal nusantara ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan.

Di Pulau Jawa, kue ini dikenal dengan nama kue mendut, dibungkus dengan daun pisang muda dengan dilipat bentuk segiempat.

Sedangkan di Sumatera, terutama Sumatera Barat dan Riau, kue ini disebut dengan nama "lapek bugis" atau "lepat bugih", dibungkus dengan daun pisang dan dilipat menyerupai kerucut atau piramida.

KUE BUGIS KETAN HITAM

BAHAN :
600 gr tepung ketan hitam
375 ml santan kental dari 1/2 butir kelapa
1/4 sdt garam halus
1 lembar daun pandan, potong-potong kecil
Daun pisang secukupnya

BAHAN ISI :
200 gr kelapa setengah tua, kupas, parut memanjang
100 gr gula pasir
3 sdm air
2 lembar daun pandan
1/4 sdt garam halus

CARA MEMBUAT :
1. Untuk Bahan Isi : Panaskan wajan, masukkan kelapa parut, gula pasir, garam, dan daun pandan. Tuangkan air, aduk rata. Masak sambil diaduk terus hingga kelapa agak mengering. Angkat, dinginkan dan sisihkan.
2. Didihkan santan, garam, dan daun pandan. Masak sampai mendidih dan angkat.
3. Tuang santan panas sedikit demi sedikit ke dalam tepung ketan, aduk dan uleni sampai tercampur rata.
4. Ambil 1 sdm adonan tepung ketan, bentuk bulat pipih, isi dengan 1 sdt bahan isi. Bulatkan kembali.
5. Siapkan daun pisang, bentuk menyerupai corong. Masukkan adonan kue bugis, tekan dan bentuk menyerupai kerucut. Bungkus dan semat dengan lidi. Lakukan seterusnya sampai adonan habis.
6. Kukus kue bugis selama 30 menit atau sampai matang. Angkat dan sajikan setelah dingin.

Untuk : 25 buah



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]