Jumat, 30 April 2010

Bolu Gulung Ekonomis

Akhirnya, kesampaian juga niatku bikin bolu gulung sendiri... sebenarnya, ini gara-gara mau bikin chiffon buat chiffon week yang ntah kenapa, udah 2x nyoba, gagaaaaalll 'mlulu... padahal bikinnya di bantu kak Ika lho. Sekali di Jakarta, ok deh gagal soale kita emang improve bikin resep sendiri (sok tau deh gue!), lha di Jambi, kemarin lusa kita bikin lagi, juga ikut-ikutan gatot. padahal udah ikut resep plek! aaah...sutralah. Dari pada depress mikirin chiffon, sorenya aku minta si Muji (supirnya Bokap) buat beli loyang bolu gulung dan selai. Mintanya blueberry, eh yang di beli strawberry. Kiloan pulak!. Karena udah malam, baru kemarin aku nyoba bikin bolu gulung ekonomis yang resepnya aku ambil dari blog doyan kue-nya mba' Mawar.

Udah lamaaaa banget pengen nyoba bikin bolu gulung panggang. Tapi belum nemu resep yang pas. Rata-rata resepnya buat loyang yang gede, gak muat buat oven listrik mungilku dan aku paling males kalo mesti ngerubah ukuran resep (maklum, matematika ku ngepas..hehehehe). Nah, pas lagi jalan ke blog-nya mba' Mawar, ketemu sama resep ini. Senang deh, selain ukurannya gak besar (aku pake loyang 24x24 cm), aku juga suka karena resepnya tanpa emulsi. Aku senang deh resep-resep yang gak pake emulisifier, bukan apa-apa, soale aku jarang nyetok. Lagian, resep begini, bisa di bikin di mana saja. Termasuk di luar negeri yang emulsifier (bangsa TBM, SP, Ovalet dll) susah di dapat. Pokoknya resep ini masih original bangeeet....aseeeekkk!!

Tapi kemarin, di tengah-tengah pemanggangan, lampu mateeeee!! hiks! mana adonan belum mengembang sempurna walaupun udah matang. Bolunya rada mengkerut, trus ada lapisan tipis yang rada keras di bagian bawahnya...duuuh, bisa jadi karena aku ngoles loyangnya dengan mentega dan di taburi tepung, jadinya malah bikin lapisan sendiri. Anyway, bolu yang semi-gagal itu aku olesi selai strawberry yang di beli si Muji. Ngegulungnya masih kacau dan lepas-lepas. Yang bikin sebel, selainya kelewat encer, malah netes kemana-mana. Tapi untuk rasa bolunya, aku suka banget! kayak bolu gulung nanas murah-meriah yang sering di jual di pasar Jambi. Apalagi semalam bang Iqbal bilang enak...*cihuuy*. Humm...kembali membulatkan tekad (duileee...bikin kue aja mbuletin tekad..giliran beres-beres kamar, males...hihihihi) untuk bikin lagi hari ini. Pas ke supermarket semalam sama kak Ika dan Dea, aku ambil sebotol selai nenas, buat filling bolu gulung yang baru.

Nah, pagi tadi disaat rumah sepiiii banget,, aku mulai kasak kusuk sendiri di pantry. Karena bahannya simple dan bikinnya gampaaang banget, bikinnya pun cepat. Kali ini, loyangnya cuma aku olesi mentega aja (embeer...di blognya mba' Mawar juga udah di bilang olesi mentega aja...gue aja yang gak nyimak...hahahaha) dan pengadukan mentega cair, juga bener-bener di aduk balik hingga rata, supaya gak ada endapan mentega yang bikin bantet. Setelah selesai, tinggal di panggang di iringi doa supaya PLN gak matiin lampu lagi...*huh!* dan hasilnyaaa...??? Taadaa!!! berhasil! berhasil! Suka deh ngolesin selai nenes-nya, kali ini selainya padat dan ada serat nenas-nya (aku pake selai Morin *cinta deh ama produk Indonesia yang enak-enak*), jadi pas di gulung gak bleber kemana-mana.

Sayangnya, di rumah gak ada pisau kue dan pisau si Umi kurang pas di pake buat motong bolu gulung, jadinya gak rapi deeh... tapi yang penting rasanya donk! enak dan familiar banget. Kak Ika aja langsung bilang, mirip bolu gulung nenas yang sering kita beli...hihihi...yep, one of my childhood favorite!

Ini resepnya ya...



BOLU GULUNG EKONOMIS

Source : Blog Doyan Kue-nya Mawar


bahan:

5 butir telur
90 gr gula pasir halus
50 gr tepung terigu
10 gr tepung maizena
10 gr susu bubuk
90 gr margarin cair
butter cream atau selai



Cara Membuat:

1. Kocok telur dan gula hingga kental dan mengembang
2. Masukkan tepung terigu, maizena dan susu bubuk sambil diayak, aduk rata
3. Masukkan margarin cair sedikit demi sedikit, aduk rata
4. Tuang adonan kedalam loyang yang sudah dioles mentega dan dialasi kertas roti, panggang dengan suhu 190 derajat selama 25 menit.
5. Oesi cake dengan selai atau butter cream (tunggu hingga dingin) sesuai selera, gulung (dengan bantuan kertas roti) dan padatkan. Siap dihidangkan.




Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]