Sabtu, 30 Januari 2010

Lumpur Pisang Kacang

Ngebut....ngebut...ngebuuuutttt...

Ternyata, sistem kebut semalam (sks) gak hanya berlaku dari jaman kuliah aja, sampe sekarangpun, kebiasaan nunggu waktu mepet, juga berlaku. Ya seperti ikutan memeriahkan acara Banana Week-nya milis NCC. Padahal, acaranya dimulai udah sebulan lalu, hari ini, hari terakhir, baru deh aku bikin...hehehehe... biasalaaah, ada aja yang bikin malas ke dapur, udah di kasih semangat sama temen-temen milis, teteuuppp...gak mood! Tau gak, pertama mulai, ide di kepala itu udah fantastis banget, mulai dari mau bikin cake ala hotel, pie, crisps, es krim...whoaaa...boro-boro!!! seminggu lalu, mungkin karena ngeliat aku udah hopeless, mom Elly ngasih ide bikin lumpur pisang aja. Gampang dan gak perlu buka oven segala. Lagi baking blue niiih.... tapi ide-nya di simpan aja, tetep gak niat mulai bikin..ehem...

Sampe Jum'at kemarin, one of my best friend dari jaman kuliah, si Ika nongol dari Medan. Eh, dia bawa durian pancake dari Kedai Tiramisu kesukaanku lho...nyam-nyam, gak lupa bolu gulung Meranti yang udah jadi trademark-nya si Ika kalo ke Jakarta. Waaah...tambah males bikin-bikin. Udah banyak makanan sihhh.... *alesan*...gak terasa, kemarin, salah satu Nyonya host, mba' Dyah Ayu ngasih pengumuman kalo waktunya tinggal sehari lagi....Paniiiikkk!!!! Yo wis lah, pisang yang udah dibeli beberapa hari lalu pun keliatannya udah sangat ready buat dipake bikin-bikin, lagi wangi-wanginya gitu lho.... pas si Ika mandi, aku kasak-kusuk aja nyampur semua bahan. Kebetulan ada peanut butter, aku cemplungin aja skalian. Abisnya, bingung pisangnya mau di tambah apa biar rasanya unik.

Aku di rumah emang selalu nyetok peanut butter, soale waktu high school dulu, aku di kenalin sama host Dad-ku si peanut. Gak tau kenapa, dia itu ngotot banget kalo aku harus makan peanut butter. Katanya, mayoritas anak Amerika suka, buat energi. Gak mungkin aku gak suka (Padahal bukan gak doyan tapi gak pernah..hihihihi...) Tapi karena di bikinin terus, mulai dari PBn'J (Peanut Butter and Jelly) sampe Banana Peanut Butter sandwich. Makanan yang semula aku anggap aneh itu, sekarang selalu jadi penyelamatku kalo lagi males makan atau kalo emang lagi gak ada makanan...hahahahaha... kali ini, aku campur aja. Maksudku, kalo di Amrik anak-anaknya dioles ke roti, kalo di Indonesia, campur ke kue lumpur...*ngarang* whoa ha ha ha ha...

Anyway, kemarin aku bikinnya cepat banget, tinggal aduk aja. Pisanngnya sengaja aku lumatin pake garpu aja biar kerasa "misang"..opooooo cobaaa... tinggal di aduk semuanya pake whisk, beres. Panggang di cetakan kue lumpur. Atasnya aku taburi chocolate chips. Rasanya...hummm...yummy!!!!

Kali ini aku gak begitu lebay ngasih nama. Ala kadarnya aja. Soale buru-buru siiih, mau ke tempat mba' Dewi Oni buat ikutan Kopdar NCC Jakbar (padahal aku tinggal dimanaaaa...hehehe..yang penting ngumpul!!) . Sambil bikin lapis legit buat potluck, sambil nge-blog..*ampun deh ribet!* ... Anyway, ini resepnya yaaa....


LUMPUR PISANG KACANG
by. Camelia

Bahan :

2 bh pisang (yang udah bintik-bintik ya...)
70 gr gula pasir
50 gr selai kacang (yang smooth lho..)
60 gr tepung terigu serba guna
100 ml santan kental (aku pake kara)
1/2 sdt vanilli bubuk
1 butir telur

Caranya :

  • Lumatkan pisang dengan garpu hingga halus (jangan terlalu halus juga yaaa...), masukkan telur dan gula, aduk dengan whisk hingga rata.
  • Masukkan santan dan selai kacang, aduk rata.
  • Lalu tambahkan tepung, dan vanili, aduk lagi.
  • Panggang di atas cetakan kue lumpur yang sudah cukup panasnya.
  • Taburi atasnya dengan choco chips atau kismis bila suka. Sajikan.



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]