Rabu, 07 Oktober 2009

Jamie's Bloomin' Brilliant Brownies

Aku pernah bete banget gara-gara beli buku resepnya si Jamie Oliver yang judulnya "Jamie's Little Book of Big Treats". Sesuai namanya, bukunya kecil n' tipis. Nyampe rumah, aku buka, resepnya cuma dikit. Ternyata buku itu buat comic relief, ya...wajarlah kalo dibikin sederhana. Nah, yang bikin aku keki, ternyata di cover depannya tercetak gede harganya cuma 3 pounds...murah kan? tapi daku bayar lebih dari Rp. 150.ooo....hiiiks!!! Okelah ada biaya importnya, tapi lebih dari 2x lipat....gak rela! abisnya, harganya gak keliatan sih, tertutup sama label harga toko bukunya... kecewa berat deh sama toko buku yang bukunya diplastikin, jadi gak keliatan isi dalamnya (untuk hal ini, ini luarnya pun gak keliatan...huuuh!!!). Anyway, review bukunya next time aja deh, di posting terpisah di bagian book aja. Hum...kecewa bayar lebih koq tetap nge-review?

Well, waktu ngeliat websitenya Jamie Oliver, aku ngeliat salah satu resep yang ada dibuku itu, ya resep brownies ini dan aku PUAS BANGET sama hasilnya!! TOP!! ini bakalan sering aku bikin deh, rasanya beda banget dari brownies biasa pada umumnya. Bagian atasnya tetap retak-retak, tapi lapisan kulitnya lebih tebal (kalo biasanya kan tipis tuh), rasa coklatnya mewah dan berkelas*cieeee...* bagian tengahnya gooey dan lembut, sampe pagi juga tetap lembut. Ini bisa jadi andalanku deh disamping Chocolate Melt Brownies. Apalagi bagi yang gak begitu suka sama brownies yang tengahnya pake melted chocolates, ini bisa jadi alternatif. Pinggirnya kering, tengahnya softy...pokoknya enyak-enyak dan enyaaak... wajar namanya Bloomin' Brilliant Brownies, emang brilliant koq! katanya brownies ini juga yang dijual di restonya si Jamie sendiri. Humm...kebayang enaknya kalo disajikan sama es krim vanilla...jadi gak sabar pengen balik ke Jakarta, supaya bisa buka bukunya dan nyobain resep lainnya. Siapa tau enak juga...hehehe..

So, aku bikin browniesnya tadi malam habis Isya. Padahal rencananya dari pagi, udah nimbang bahan, malah mesti ke tukang jahit sama kak Ika buat minta ukuran doang, mau dikirim ke si Mas di Jakarta. Ceritanya mau jadi among tamu pernikahan anaknya si Bos nih. mesti bikin seragaman, daku malah masih di Jambi..hihihihi... abis ngukur, diajak main ke rumah Riri n' Kak Ika sampe sore (baru pindah nih..) trus lanjut belanja batik Jambi (udah punya batik Jambi belom?? bagus lho...unik! Kalo ke Jambi, jangan lupa beli ya...*promo*). Nyampe rumah udah capek banget, abis tiduran dikamar mau ambil minum, ketemu Nia yang teman-temannya lagi pada main di rumah. Akhirnya, aku paksakan juga deh bikin browniesnya, supaya mereka ada camilan (sekalian biar mereka rada "berisi" makan brownies sebelum tidur *hihihi*...heran, anak ABG sekarang koq bisa ya kurus ramping terus, beda banget deh sama aku...whoa ha ha ha).

Bikinnya ya seperti bikin brownies biasa, cepat dan gak butuh mixer. Yang bikin beda, mungkin karena resep ini lebih banyak pake coklat bubuk dibandingkan tepung dan pake baking soda juga. O ya, aku sempat bikin brownies ini patah, gara-gara dikeluarkan dari loyang sebelum dingin. Padahal, setelah dingin, motongnya gampang banget deh. Di resep boleh ditambahkan cherry dan kacang-kacangan, tapi aku gak pake, cukup irisan almond aja yang ditaburi dibagian atasnya. Setelah dipotong-potong dan dianterin ke kamarnya Nia, aku balik ke kamar lanjut main online game...hihihihi... heran deh, beberapa hari terakhir, aku sepertinya addicted banget sama Yoville dan Cafe World. Keduanya aku mainkan bergiliran, alhasil, beberapa hari ini aku gak produktif banget selain mangkal didepan laptop dan gak keluar-keluar kamar...gawaaaattt....

Ehhh...gak lama setelah itu si Nia malah ngetuk pintu lengkap sama selimut dan bantal. Dengan memelas bilang mau tidur dikamarku aja. Selain takut tidur sendiri (biasanya dia ditemani salah satu asisten di rumah, atau si Dea), dia juga ketakutan gara-gara diceritain temannya bakalan ada gempa yang gede banget di Lampung dan nyampe Jambi. Aduuuh...Nia Nia...ada-ada aja ya. Udah SMA kelas 3 koq masih takut juga.... yo wis lah, akhirnya bibi Lia terpaksa main gamenya pake headphone dan ditengah gelap *teteeep* soale Nia gak bisa tidur kalo lampu hidup... yeah, namanya juga sayang keponakan niih....(sayang gamenya juga)..hihihi




Bloomin'Brilliant Brownies
by. Jamie Oliver

250g unsalted butter
200g dark Fairtrade chocolate (70% cocoa solids), broken up (aku pake couverture)
optional: 75g dried sour cherries (gak pake)
optional: 50g chopped nuts (gak pake)
80g cocoa powder, sifted
65g plain flour, sifted
1 teaspoon baking powder
360g caster sugar (aku pake gula halus aja)
4 large free-range or organic eggs
optional: zest of 1 orange (gak pake)
optional: 250ml crème fraîche (gak pake)

aku tambah almond iris untuk taburan atas aja

Method :

Preheat your oven to 180°C/350°F/gas 4. Line a 25cm square baking tin with greaseproof paper. In a large bowl over some simmering water, melt the butter and the chocolate and mix until smooth. Add the cherries and nuts, if you’re using them, and stir together. In a separate bowl, mix together the cocoa powder, flour, baking powder and sugar, then add this to the chocolate, cherry and nut mixture. Stir together well. Beat the eggs and mix in until you have a silky consistency.

Pour your brownie mix into the baking tray, and place in the oven for around 25 minutes. You don’t want to overcook them so, unlike cakes, you don’t want a skewer to come out all clean. The brownies should be slightly springy on the outside but still gooey in the middle. Allow to cool in the tray, then carefully transfer to a large chopping board and cut into chunky squares. These make a fantastic dessert served with a dollop of crème fraîche mixed with some orange zest.



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]