Kamis, 01 Oktober 2009

Crepes

Kemarin ada gempa lagi, kali ini di Sungai Penuh, kabupaten Kerinci, Jambi. Alhamdulillah deh, keluarga Ibuku (Datukku dari Ibu orang Kerinci) yang berhasil aku hubungi baik-baik saja karena mereka di Tanjung Pauh Mudik, walaupun mereka masih menunggu diluar rumah. Karena getaran gempanya nyampe juga ke Jambi (aku sama Tona lari-larian keluar...hehehe), si Dea sama Abel dipulangkan dan sekolah libur sampe hari Senin. Disaat begitu, bahagia banget ngeliat orang yang kita cintai berada di dekat kita. Mudah-mudahan korban gempa yang meninggal mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan...amiiin...

Si Dea semalam nginep dirumah abangku, Ayahnya si Abel. Tadi pagi dari sana langsung masuk ke kamarku dan godain busu Tona. Semula mau diajak makan nasi gemuk langganan di belakang bioskop Ria, tapi daku lagi males ganti baju, mana mesti nyetir segala. Nah...sebagai Bibi yang baik, aku mikir mau ngapain...hummm... kita bikin crepes aja yuuks... di jamin si Dea pasti suka! Crepes itu versatile banget, mau diisi apa aja, terserah. Bisa manis bisa asin. Suka-suka banget deh. Langsung aku ke dapur ambil perlengkapan buat bikin crepes di ruang makan. Eh, si Dea malah semangat mau ngaduk adonan. Bikinnya gampang banget dan kemungkinan gagalnya kecil, jadi aku biarin aja dia aduk-aduk pake whisk. Yang terpenting dia senang aja deh. Gaya-nya itu lho...sok "menguasai" banget...hehehe...

Adonan selesai, aku mulai bikin crepes selembar-selembar. Sama seperti bikin kulit risol, gak sulit-sulit amat. Busu Tona mau yang agak kecoklatan, kalo aku suka yang kekuningan , kalo Dea mah, apa aja..hihihi.. Setelah jadi, tumpukan crepes yang disusun di piring diletakkan di meja sama aneka topping yang ada dirumah. Terserah deh mau dikasih apa. Bibi Lia pake cream cheese yang di kocok dan selai blueberry (I love this combo!), busu Tona pake banana n' chocolate, kalo Dea pengikut setia Nutella. Gak lama setelah itu, bunda Dea (kak Ika) ikutan gabung, bikin style sendiri, creamcheese sama Nutella...hehehe... seneng deh ngeliat si Dea makan dengan lahap. Aku jadi ingat Ibuku yang suka banget minta dibeliin crepes isi tuna kalo lagi ke mall. Bahkan kalo lagi pengen, kita bisa ke mall cuma buat makan crepes doang...whoaaaa...

Si Dea kayaknya memang doyan, sampe habis 4 crepes dan masih mau lagi tapi sayangnya udah habis.... Yaaaahhh... akhirnya, Bibi gorengin sosis favoritenya yang pake black pepper...yummmy... baru deh Dea puas! Gak lama setelah itu Abel dan mama-nya (Kak Ari) datang, si Dea langsung cerita soal crepesnya... gak lupa dengan pede ngasih pesan ke bang Abel "Besok ke sini-nya pagi ya Bang, Bibi mau bikinin crepes lagi...".... Yeeeee....yakin amat!

Naaah...buat para Bibi, Tante dan Makcik yang mau nyenangin keponakan, niiih resepnya... lupa deh dapet dari mana, udah lama banget disimpen doang di blackberry...hehehe..



CREPES

Bahan :
1 1/4 cup susu cair
1 cup tepung terigu protein sedang (all-purpose)
2 btr telur, kocok lepas
3 sdm butter, cairkan

Caranya :
Campur tepung dengan susu dalam wadah, aduk dengan whisk hingga tepung larut dan tidak berbutir (saring bila perlu), masukkan telur dan mentega cair, aduk rata. Siap untuk didadar tipis-tipis. Beri topping, lipat atau gulung. Enjoy!



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]