Selasa, 22 September 2009

Hanna's Klappertaart

Kali ini aku mau posting klappertaart yang dibikin bulan puasa lalu ah. Waktu itu semangat banget ngeliat cerita dan resep Hanna's Klappertaart di tabloid Lezat. Klappertaart lembut dan dingin itu emang favorite ku, selalu beli deh kalo ke Sogo Food Hall. Dulu aku sempat bikin juga, hasilnya enak deh. Tapi kali ini aku pengen bikin lagi, soale yang ini tanpa alcohol, mungkin karena buat sajian Idul Fitri kali ya, jadi resep yang di berikan yang alcohol free. Hanna's klappertaart ini beda dengan yang umumnya biasa ditemui ditoko kue, karena texturenya lembut banget. Lebih mirip vla atau custard yang kental kalo menurutku. Disamping emang doyan sama klappertaartnya, cerita dari pemiliknya juga seru, Hanna itu anaknya pelawak Warkop (waktu kecil dulu, aku suka banget ngeliat film mereka), Kasino. Caranya mengembangkan Hanna's Klappertaart perlu diancungi jempol, pengembangan usaha melalui strong branding strategy seperti yang dilakukannya, perlu ditiru sama perintis maupun pengusaha lainnya tuuuh...

Anyway, aku bikinnya ini malam-malam, habis buka puasa. Udah niat banget dari paginya pesan ke Aal (anak sepupuku) buat bawain kelapa muda kerumah. Karena males dan khawatir gak bisa nyicip kalo bikin siang, akhirnya baru dibikin malam sama si Lina (asisten rumah tangga-nya kak Ika). Bahannya simple banget, sempat persimis kalo bakalan mirip sama yang dijual. Tapi tetap pede aja bikin terus, soale kupikir kalaupun beda, pasti tetap enak juga. Seluruh petunjuk dari Hanna nya aku ikuti, termasuk mengaduk perlahan satu arah dan harus happy...hehehehe... yang mesti di perhatikan, mengaduknya harus sampai kebawah supaya gak gosong dan lengket dipancinya. Bagian terpenting juga saat campuran air dan terigu mesti di saring, yang ini keliatan sepele, tapi ternyata bener banget supaya tidak ada gumpalan-gumpalan yang gak enak dimakan. Kali ini aku bikinnya bisa dikatakan sukses banget mengikuti petunjuk.....hihihihi

Setelah dimasukkan ke kulkas, pas sahur (gak sabar lagi nunggu buka puasa...) aku cicipi...ternyata gak jauh beda sama yang dijual tuh....yummmy!!... teksturnya sama banget dan manisnya juga sama. Aku langsung kasih taburan keju parut, karena klappertaart rasa keju yang paling sering aku beli (disamping yang original tentunya...). Mungkin kalo diberi sedikit cream cheese dalam adonannya maka akan lebih mirip lagi. Trus hasilnya juga buanyaaaaaaakkk buanget lho... sampe satu wadah pyrex yang persegi panjang gitu. Next time aku bikin separuh resep aja deh. Keblenger juga ngabisin klaapertaart sebanyak itu. Rasanya yang creamy, bikin gampang kenyang. Baru ngerti deh kenapa yang dijual ukurannya nge-pas (yang cup yaa...). Mana orang Jambi gak biasa makan ataupun jajan klappertaart....jadi susah ngejelasin ke semua yang mau ikutan nyicip di rumah *cape deeeh*. Untung si Irjan kawan nya Riri doyan banget, tapi malah bilang enaknya gak pake kelapa....lhoooo...kalo itu sih taart doang, klappe-nya ilang....whoa ha ha ha....

Karena puas banget sama resepnya, makasih banget deh sama mba' Hanna yang udah sharing resep. Sangat luar biasa bagi seorang pengusaha makanan untuk berbagi resep jualannya. Perlu kerelaan hati tuh. Kadang sebel banget kalo ada yang sharing resep tapi gak bisa dibikin, jadinya gagal terus. Kalo yang begitu, iiiih...jahat banget. Mending gak usah sharing, dari pada yang bikin malah ngabisin bahan-bahan gak karuan aja. Lebih parah lagi kalo ada yang ngerasa resepnya berharga sampe mesti bayar milyaran segala, padahal biasa banget...*nyindir buat yang ngerasa*...Whoa ha ha ha. Seperti mba' Hanna ini, ngasih resep yang bener soale beliau yakin betul gak akan menganggu penjualannya. Apalagi, semua orang sudah tau kualitasnya. Walaupun banyak ditiru, tetap aja pembeli pada kembali. Ya iyalah...klappertaartnya emang enak koq, walaupun aku udah bisa bikin, kalo ketemu Hanna's, aku pasti tetep beli. Gak mungkin kan, aku pengen klappertaart, langsung pulang kerumah buat bikin. Lha, kadang kalo lagi kepengen, satu cup aja cukup koq..... pasti beli-lah solusinya...hihihihi

Nah, ini resepnya...




HANNA'S KLAPPERTAART
by : Hanna (dimuat di tabloid Lezat)

Bahan :

100 gr tepung terigu
1 liter susu cair
1 kaleng susu kental manis
vanilli secukupnya
150 gr mentega (aku pake Orchid salted)
200 gr gula pasir
6 butir telur ayam
1 - 1,5 kg kelapa muda (jangan ada kulit ari-nya yaaa)

Caranya :

  • Tepung terigu di campur dengan air, kemudian masukkan kedalam panci dengan cara disaring.
  • Lalu masukkan satu per satu, susu cair, susu kental manis 1/2 kaleng sedikit demi sedikit, vanili, mentega, gula dan telur. (kalo aku, masukin telurnya setelah bahan lainnya agak mendidih, ambil sedikit adonan panas, tuang ke mangkuk yang berisi telur, aduk-aduk agar tercampur rata, agar telur tidak matang, baru dimasukkan ke adonan panas yang di dalam panci)
  • Masak diatas api sedang, aduk semua adonan berlahan-lahan sekitar 20 menit terus menerus hingga adonan mengental, masukkan kelapa muda, aduk rata.
  • Setelah agak mengental, tuangkan lagi sisa susu kental manis, dan aduk hingga rata. Angkat, dinginkan.
  • Setelah dingin, siap untuk dituang ke loyang.
  • Kemudian klappertaart dapat diberi topping sesuai selera, seperti memberikan irisan buah kurma diatasnya (aku pake keju parut aja).



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]